Pernah saya membaca suatu buku (maaf lupa judulnya) dan ada 15 pesan yang sangat saya suka dan sempat saya catat di buku. Semoga ini bisa menjadi bahan pengingat saya untuk tidak galau terus, dan tetap yakin untuk selalu bahagia dan tersenyum ^_^
1. Paling tidak ada 2 orang di dunia ini yang dirimu bersedia mati untuk mereka.
2. Paling tidak ada 15 orang di dunia ini yang mencintaimu dengan cara mereka masing-masing.
3. Satu-satunya alasan kenapa seseorang membencimu adalah karena mereka sangat ingin seperti dirimu.
4. Senyum darimu dapat membawa kebahagiaan dan kegembiraan pada orang lain, walaupun mereka tidak suka padamu.
5. Setiap malam, SESEORANG memikirkanmu sebelum dia pergi tidur.
6. Kau adalah dunianya seseorang.
7. Kau istimewa dan unik bagi seseorang.
8. Seseorang yang bahkan tidak kau sadari hadir di dunia ini, mencintaimu.
9. Ketika kau melakukan kesalahan besar, ingatlah ada sesuatu pelajaran baik dari kesalahan itu.
10. Ketika kau berpikir bahwa seluruh dunia meninggalkanmu, cobalah pandang ke arah lain.
11. Cobalah ingat semua pujian yang kau terima. Tapi lupakan hinaan.
12. Teman-teman baik selalu seperti bintang, kau tidak selalu bisa dekat dengannya, tapi kau tahu mereka selalu di sana untuk mu.
13. Ketika TUHAN menutup salah satu pintuNYA, DIA selalu membuka pintu-pintu lainnya, walaupun terkadang perjalanan ke sana seperti neraka.
14. Lebih baik saya menerima sekuntum bunga dan kata-kata manis dari seorang teman pada saat saya masih di "sini", daripada satu truk bunga ketika saya sudah "pergi".
15. Happiness keeps you sweet
Trials keeps you strong
Sorrows keeps you human
Failures keeps you humble
Success keeps you glowing
Which one is my favorite? there aren't because every single message is so important for me to keep me in my track.
yeh dD....hayo jangan sedih terus. Don't make any blur assumption 'cause it'll kill you!!!
Monday, August 15, 2011
Saturday, August 06, 2011
COBALAH DIPAHAMI & DIJALANI dD!!!
Seseorang telah menuliskan kata-kata yang indah ini.
Cobalah ambil sedikit untuk mengerti maknanya
1. Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.
2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
3. Pertemanan itu seperti sebuah buku.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
4. Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
5. Teman lama adalah emas!
Teman baru adalah berlian!
Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.
6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!
7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
8. Seorang buta bertanya pada seorang Bhikhu : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visimu!"
9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini
Cobalah ambil sedikit untuk mengerti maknanya
1. Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.
2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
3. Pertemanan itu seperti sebuah buku.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
4. Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
5. Teman lama adalah emas!
Teman baru adalah berlian!
Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.
6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!
7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
8. Seorang buta bertanya pada seorang Bhikhu : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visimu!"
9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini
Sunday, July 31, 2011
WASPADALAH
Sebenarnya mau posting tentang ini sudah lama, tp karena pending-pending terus jadilah baru sekarang bisanya. Itu juga tampaknya tidak semua tertuang.
Copeeetttt.....Copet copeeeeetttt.....!!!!!
Teriakan itu mungkin ingin sekali saya teriakkan ketika saya hampir mengalami kecopetan. Tapi berhubung takut atau entah apa, akhirnya gk jadi deh :p
Hampir mengalami kecopetan di depan mata 2 kali. Alhamdulillah ALLOH masih melindungi saya.
Kejadian pertama sekitar tahun 2005 di blok M. Bersama sepupu niatnya dari Radio dalam naik Metromini sampai Terminal Blok M dan dari sana lanjut ke Glodok - Kota naik Trans Jakarta untuk mengambil dvd player yang saya beli yang sedang dalam tahap perbaikan. Kejadiannya pas mau turun dari Metromini. Sepupu saya di belakang saya dan entah kenapa ada laki-laki bertampang bak mahasiswa (gondrong, kacamata, ransel, kemeja + jaket) masuk terburu-buru & menghalangi jalan saya. Ketika saya memohon untuk dia turun dulu dengan maksud memberi saya jalan, dia gak mau. Keukeuh sumeukeuh menghalangi saya. Saat itu saya mengenakan postman bag yang saya letakkan di depan. Ternyata ketika mendesak-desak saya, laki-laki itu berusaha merogoh tas saya untuk mencari dompet. Alhamdulillah di saat panik itu ALLOH masih membuat saya sedikit waspada. Saya langsung tau gerak-geriknya dan saya tarik tas saya untuk saya amankan (dekap di dada). Tampaknya dia tahu kegiatannya ketahuan & akhirnya dia memberi saya & sepupu saya lewat. Alhamdulillah tas saya beserta isinya (handpone saya letakkan di kantor celana) aman. Tapi tetep kerasa dag dig dugnya. Akibatnya selama perjalanan ke Glodok dengan Trans Jakarta, perasaan was-was + stress sambil jaga sepupu saya takut terpisah.
Setelah kejadian itu, saya berusaha menghindari bus kota selalu. Untungnya saat itu saya berkantor di daerah Ciledug jadi tidak pernah naik bus alias saya pengguna angkot. Dan setelah saya pindah kerjaan dimana kerjaan selanjutnya membuat saya harus menggunakan bus, saya jadi waspada selalu. Alhamdulillah ALLOH selalu melindungi saya.
Lama sudah kejadian hanpir kecopetan itu berlalu, ternyata saya mengalaminya lagi. Kali ini kejadiannya di bus dari Tangerang menuju terminal Senen (sebrang Antrium Senen). Saya orang yang paling males ke Jakarta bermacet-macet ria dengan kendaraan pribadi dimana saya yang harus menyetir. Saat itu saya sudah memiliki kendaraan roda empat sendiri tapi kalau harus ke Jakarta, malas rasanya. Lebih baik saya duduk tenang di bus daripada stress menyetir. Kejadiannya hari sabtu ketika saya mau mengambil additional TOEFL Score yang saya titipkan ke Nia teman YISC saya. Karena kost-nya dia percetakan Negara, dia mengusulkan untuk bertemu di Atrium Senen. Saat itu kami berencana bertemu dengan teman kami yang lain yaitu Mira. Dia dari Bekasi & kami sepakat untuk bertemu di Atrium. Keadaan aman ketika saya naik bus dari rest area KM 14.5 toll Merak-Kb. Jeruk. Sampai di Grogol pun aman-aman saja, tp agak curiga ada dua laki-laki (salah satunya seperti orang mabok) langsung duduk di seblah saya. Kebetulan sesampainya di Grogol, di samping tempat duduk saya kosng (kursi 3). Mereka berdua langsung duduk di situ tapi kenapa kok duduknya mendesak saya ke jendela. Saat itu saya sok-sok super blo'on aja. Dan ketika sesampainya dia terminal Senen, lelaki yang gayanya seperti orang mabok itu menghalangi jalan saya dengan bertahan bergelayutan di depan pintu masuk dimana lelaki yang satunya lagi (tampangnya agak-agak alim dengan kemeja + ransel) mulai melakukan kegiatan terlarang. Saat itu saya memakai tas cukup besar yang dikepit di ketiak (silakan membayangkan sendiri, apsti tau deh). Tidak banyak kantong di dalamnya tapi saya isi penuh. Dasarnya dompet dan tempat hp, lalu di atasnya mukena + air zam-zam untuk Nia & Mira yang saya letakan dalam botol air mineral 250ml. Saat itu saya curiga dengan lelaki yang bergelantungan mengahalangi saya, lalu kok rasa-rasanya ada yang menarik-narik tas saya. Langsung saya tarik lagi tas saya. Saya bawa ke depan untuk saya amankan di dada dan tau apa yang saya teriakkan ke laki-laki sok alim yang mencoba mengambil isi tas saya? Saya hanya mengatakan "hey...jangan jail". Huaaaa saya langsung kabur. Berjalan sok cool (padahal hati kebat-kebit) tapi terburu takutnya mereka berdua yang gagal total mencopet isi tas saya akan mengejar saya tapi langsung merampok.
Alhamdulillah ALLOH masih membuat saya untuk tetap waspada di situasi sepanik apapun (semoga ALLOH selalu melindungi saya, amin). Saya masih dalam lindunganNYA untuk tidak di-copet-i (okeh ini bahasa apa ya?). Dan semoga ini menjadi pelajaran saya untuk selalu waspada dan tidak berpikiran kosong (apalagi mengahayal).
Kesimpulan saya terhadap dua kejadian yang saya alami, mungkin teman-teman pernah mengalami hal yang sama tapi dengan tipe pencopet yang berbeda. Tetapi saya jadi berkesimpulan bahwa setiap naik bus, pokoknya harus waspada dengan siapapun (laki-laki / perempuan) yang menghalangi jalanmu, serapih / perlente apapun dandanannya. Biasanya mereka melakukan aksinya berdua. Apabila yang menghalangi kamu itu dari depan, makan biasanya yang melakukan "kegiatan" itu dari belakang begitu juga sebaliknya. Karena dari kejadian yang pertama, adik sepupu saya mengatakan bahwa dia didorong-dorong seorang mbak-mbak dari belakang supaya kami berdua cepat turun.
Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Apabila naik bus kota ataupun bus antar provinsi, hati-hati aja deh. Pokoknya himbauan bang Napi "WASPADALAH" itu emang buener. Dalam situasi sepanik apapun.
Ada yang punya pengalaman lain? Feel free to comment ^_^
Copeeetttt.....Copet copeeeeetttt.....!!!!!
Teriakan itu mungkin ingin sekali saya teriakkan ketika saya hampir mengalami kecopetan. Tapi berhubung takut atau entah apa, akhirnya gk jadi deh :p
Hampir mengalami kecopetan di depan mata 2 kali. Alhamdulillah ALLOH masih melindungi saya.
Kejadian pertama sekitar tahun 2005 di blok M. Bersama sepupu niatnya dari Radio dalam naik Metromini sampai Terminal Blok M dan dari sana lanjut ke Glodok - Kota naik Trans Jakarta untuk mengambil dvd player yang saya beli yang sedang dalam tahap perbaikan. Kejadiannya pas mau turun dari Metromini. Sepupu saya di belakang saya dan entah kenapa ada laki-laki bertampang bak mahasiswa (gondrong, kacamata, ransel, kemeja + jaket) masuk terburu-buru & menghalangi jalan saya. Ketika saya memohon untuk dia turun dulu dengan maksud memberi saya jalan, dia gak mau. Keukeuh sumeukeuh menghalangi saya. Saat itu saya mengenakan postman bag yang saya letakkan di depan. Ternyata ketika mendesak-desak saya, laki-laki itu berusaha merogoh tas saya untuk mencari dompet. Alhamdulillah di saat panik itu ALLOH masih membuat saya sedikit waspada. Saya langsung tau gerak-geriknya dan saya tarik tas saya untuk saya amankan (dekap di dada). Tampaknya dia tahu kegiatannya ketahuan & akhirnya dia memberi saya & sepupu saya lewat. Alhamdulillah tas saya beserta isinya (handpone saya letakkan di kantor celana) aman. Tapi tetep kerasa dag dig dugnya. Akibatnya selama perjalanan ke Glodok dengan Trans Jakarta, perasaan was-was + stress sambil jaga sepupu saya takut terpisah.
Setelah kejadian itu, saya berusaha menghindari bus kota selalu. Untungnya saat itu saya berkantor di daerah Ciledug jadi tidak pernah naik bus alias saya pengguna angkot. Dan setelah saya pindah kerjaan dimana kerjaan selanjutnya membuat saya harus menggunakan bus, saya jadi waspada selalu. Alhamdulillah ALLOH selalu melindungi saya.
Lama sudah kejadian hanpir kecopetan itu berlalu, ternyata saya mengalaminya lagi. Kali ini kejadiannya di bus dari Tangerang menuju terminal Senen (sebrang Antrium Senen). Saya orang yang paling males ke Jakarta bermacet-macet ria dengan kendaraan pribadi dimana saya yang harus menyetir. Saat itu saya sudah memiliki kendaraan roda empat sendiri tapi kalau harus ke Jakarta, malas rasanya. Lebih baik saya duduk tenang di bus daripada stress menyetir. Kejadiannya hari sabtu ketika saya mau mengambil additional TOEFL Score yang saya titipkan ke Nia teman YISC saya. Karena kost-nya dia percetakan Negara, dia mengusulkan untuk bertemu di Atrium Senen. Saat itu kami berencana bertemu dengan teman kami yang lain yaitu Mira. Dia dari Bekasi & kami sepakat untuk bertemu di Atrium. Keadaan aman ketika saya naik bus dari rest area KM 14.5 toll Merak-Kb. Jeruk. Sampai di Grogol pun aman-aman saja, tp agak curiga ada dua laki-laki (salah satunya seperti orang mabok) langsung duduk di seblah saya. Kebetulan sesampainya di Grogol, di samping tempat duduk saya kosng (kursi 3). Mereka berdua langsung duduk di situ tapi kenapa kok duduknya mendesak saya ke jendela. Saat itu saya sok-sok super blo'on aja. Dan ketika sesampainya dia terminal Senen, lelaki yang gayanya seperti orang mabok itu menghalangi jalan saya dengan bertahan bergelayutan di depan pintu masuk dimana lelaki yang satunya lagi (tampangnya agak-agak alim dengan kemeja + ransel) mulai melakukan kegiatan terlarang. Saat itu saya memakai tas cukup besar yang dikepit di ketiak (silakan membayangkan sendiri, apsti tau deh). Tidak banyak kantong di dalamnya tapi saya isi penuh. Dasarnya dompet dan tempat hp, lalu di atasnya mukena + air zam-zam untuk Nia & Mira yang saya letakan dalam botol air mineral 250ml. Saat itu saya curiga dengan lelaki yang bergelantungan mengahalangi saya, lalu kok rasa-rasanya ada yang menarik-narik tas saya. Langsung saya tarik lagi tas saya. Saya bawa ke depan untuk saya amankan di dada dan tau apa yang saya teriakkan ke laki-laki sok alim yang mencoba mengambil isi tas saya? Saya hanya mengatakan "hey...jangan jail". Huaaaa saya langsung kabur. Berjalan sok cool (padahal hati kebat-kebit) tapi terburu takutnya mereka berdua yang gagal total mencopet isi tas saya akan mengejar saya tapi langsung merampok.
Alhamdulillah ALLOH masih membuat saya untuk tetap waspada di situasi sepanik apapun (semoga ALLOH selalu melindungi saya, amin). Saya masih dalam lindunganNYA untuk tidak di-copet-i (okeh ini bahasa apa ya?). Dan semoga ini menjadi pelajaran saya untuk selalu waspada dan tidak berpikiran kosong (apalagi mengahayal).
Kesimpulan saya terhadap dua kejadian yang saya alami, mungkin teman-teman pernah mengalami hal yang sama tapi dengan tipe pencopet yang berbeda. Tetapi saya jadi berkesimpulan bahwa setiap naik bus, pokoknya harus waspada dengan siapapun (laki-laki / perempuan) yang menghalangi jalanmu, serapih / perlente apapun dandanannya. Biasanya mereka melakukan aksinya berdua. Apabila yang menghalangi kamu itu dari depan, makan biasanya yang melakukan "kegiatan" itu dari belakang begitu juga sebaliknya. Karena dari kejadian yang pertama, adik sepupu saya mengatakan bahwa dia didorong-dorong seorang mbak-mbak dari belakang supaya kami berdua cepat turun.
Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Apabila naik bus kota ataupun bus antar provinsi, hati-hati aja deh. Pokoknya himbauan bang Napi "WASPADALAH" itu emang buener. Dalam situasi sepanik apapun.
Ada yang punya pengalaman lain? Feel free to comment ^_^
MARHABAN YA RAMADHAN (2011 M)
Assalamu'alaikum Teman-teman.
Marhaban ya Ramadhan.
Di akhir Sya'ban ini, izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Semoga bulan Ramadhan tahun ini kita menjadi lebih sabar, lebih dimudahkan oleh ALLOH SWT dalam menjalankannya, dan menjadi suci ketika dipertemukan dengan Syawal-NYA.
Amiiinnn.....
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuhu.
Marhaban ya Ramadhan.
Di akhir Sya'ban ini, izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Semoga bulan Ramadhan tahun ini kita menjadi lebih sabar, lebih dimudahkan oleh ALLOH SWT dalam menjalankannya, dan menjadi suci ketika dipertemukan dengan Syawal-NYA.
Amiiinnn.....
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuhu.
THERE....I'VE SAID IT!
Pernah baca artikel di Wolipop.Indo dan menemukan beberapa hal yang menohok. Secara tidak langsung selama ini saya tidak jujur pada diri sendiri. Terlalu sering mencari pembenaran. Banyak followers (di twitter) saya yang sudah menebak saya pasti menyukai “dia yang namanya tidak boleh disebutkan”, dimana diri saya sendiri selalu denial dan mengatakan dengan pasti dan sok-sok tersenyum “Saya tidak menyukainya seperti itu. Dia teman saya. Tidak lebih. Tidak lebih dari teman baik”.
Cerita ini mungkin pernah saya singgung di beberapa postingan saya tahun lalu. Saya kenal dia sudah lama. Dari tahun 2005. Tapi baru kembali dekat dan cukup intens berkomunikasi setelah saya memiliki gadget yang mengklaim produknya super canggih gitu, blackberry. Berawal dari chat YM, beberapa kali sms, dan telpon. Semua berlangsung selama tahun 2010. Tapi sekarang sudah cukup jarang. Bahkan saya hampir tidak tahu apa saja kesibukannya dia sekarang. Hanya bisa menebak-nebak jam dia bangun, ke kantor, pulang kantor, nyampe kost, pulang ke Bdg. Yap...hanya itu. Menebak-nebak.
Mungkin karena sudah sering dengan komunikasi seperti itu saya jadi merasa “nyaman” dengan dia. Sampai akhirnya baru beberapa bulan belakangan ini saja saya berani mengakui (tidak kepadanya tentu saja) bahwa saya memang memiliki “rasa” itu. Dan sekarang ketika komunikasi kami sudah tidak intens lagi, saya mulai merasa kehilangan dia. Kangen dengan chat-chat kami. Kangen dengan komunikasi kami. Tapi saya tahu, saya tidak mungkin, bahkan tidak boleh untuk mengatakan itu kepadanya. Sama aja cari mati. Well, he’s unreachable person. He love someone-else. And me, just a fool person who love someone whose forbiden to be loved (okeh mulai lebay).
Saya bukan peramal yang bisa mengetahui isi kepalanya. Saya juga bukan seseorang yang berani untuk mengatakan segala isi hati ini kepada dia karena saya tidak mau merusak hubungan ini. Pertemanan ini tidak perlu rusak hanya karena “mulut besar saya kan?!”. Tapi ada seorang teman yang tampaknya bisa (atau hanya perasaan saya saja) membaca bahwa dia pasti tahu perasaan saya ini. Kata teman saya, ini terlihat jelas dari beberapa postingan saya untuk dia (meski saya tidak pernah menyebutkan namanya), beberapa twits saya di twitter yang kelewat batas curcolnya tentang dia, dan terkadang ada beberapa lagu yang pernah saya posting diperuntukkan kepadanya. Kata teman saya lagi, meski saya merasa yakin bahwa dia tidak akan pernah usil ngubek-ngubek beberapa postingan saya yang mensinyalir tentang dia atau membaca twits saya, tapi dia pasti tahu perasaan saya ini, hanya saja dia cukup diam dan pura-pura tidak tahu. Mungkin untuk menjaga pertemanan ini juga.
Hmm...jikalau memang dia mengetahui perasaan saya ini dan itu memang mungkin karena ketidak-intens-an dia di dunia maya dan dia sudah jarang menghubungi saya, meskipun ketika sesekali saya menelpon dia, pasti tetap dia meladeni saya bahkan sampai 1jam-an telponnya (maaf dan makasih banyak ya a’) padahal dia pernah bilang ke saya “saya bukan tipe orang yang suka berlama-lama bertelponan”. Atau ketika saya ke Jakarta (untuk diperjelas, saya bangga tinggal di Kota Tangerang), pasti saya berusaha untuk bertemu dengannya meski terkadang dia sangat sulit untuk ditemui. Entah menghindar atau sangat sibuk (beda tipis dah perbedaannya), pokoknya saya sangat ingin (harus) bertemu dengannya. Berdua saja (gila, makin gawat inih). Karena setelah saya bertelpon-telpon ria dengannya atau setelah saya bertemu dengannya meski hanya 40 menitan (kok lamaan di telpon daripada ketemuan?), saya sangat bahagia (kerusakan otak stadium 1).
Ada saat-saat saya sangat galau dengan perasaan saya ini. Banyak yang mengatakan saya cukup bahkan sangat bodoh menyukai orang yang jelas-jelas tidak akan membalas dengan cara yang sama (to be honest, nobody knows what exactly happen between me and him, just my feeling to him that they knows). Kalaupun ada yang menebak-nebak tentang siapa orang yang sering saya singgung dalam twits saya, pasti mereka hanya mengatakan “ya ampyun, masih aja suka ama orang itu?” “gak capek apa lo memendam perasaan itu?” “bodoh amat sih lo”. Hmmm...baiklah saya terima saja. Toh memang itu kenyataannya. Saya bersedia menanggung segala resiko akan perasaan saya ini. Toh yang sakit saya juga. Tentu saya berusaha tidak membuat orang lain sakit (maaf ya kalu emang ada yang sakit hati akan perasaan saya ini). Dari awal saya tahu konsekuensinya. Yah...saya memang bodoh. Cinta itu terkadang membuat orang menjadi semakin bodoh.
Beberapa kali saya berusaha mengurangi rasa “ketergantungan” saya terhadapnya (looks like I already being addict by him). Berusaha untuk tidak menghubungi dia baik melalui ym, sms, ataupun telpon. Pernah saya menghitung sampai berapa lama saya tahan akan itu? Paling lama adalah 15 hari dan jreng jreng jreng ... dia yang memulai perbincangan, dan runtuhlah pertahanan saya (sok lebay). Meski hanya sekedar “buzz” di ym tapi itu sudah cukup bikin hati saya jungkir balik (okeh ini salah buesaaarrrr). Kalau sudah sampai pada titik saya marah, cemburu, atau merasa dikucilkan olehnya (secara tidak langsung tentu saja), saya akan melakukan metode itu. Lebih baik saya menghindari dia daripada saya marah-marah ke dia.
Dia hidup di lingkungan yang banyak dikelilingi oleh wanita. Mungkin banyak teman-temannya atau sahabat-sahabatnya (saya mungkin bukan sahabatnya) yang nota bene adalah wanita, dan tentu saja ini yang membuat saya tambah merasa di-biasa-kan olehnya. Tapi apa mau dikata. Toh saya bukan siapa-siapa dia selain HANYA teman. Dia mungkin sangat tahu bagaimana memperlakukan wanita. He’s some kindda womanizer, yet cool person. Tapi saya ingin lebih. Saya ingin menjadi yang special (meski dia sudah memiliki seseorang yang special). I just don’t wanna be “just friend”, at least i’m being his special friend. Pernah saya ingat dalam satu perbincangan kami di telpon dan ujung-ujungnya saya secara tidak sengaja mengatakan :
Saya... “Terima kasih ya sudah banyak membantu. Sudah mau mendengarkan keluh kesah aku. Hmm...kamu sudah membuat aku nyaman untuk menceritakan semua permasalahanku. You make me very convenient and you can do the same thing to me. You like my big brother. Just that. Gak bisa lebih dari itu.”
Dia... “iya. Jangan bilang gak bisa.”
Hhh....andaikan dia tahu saat itu kata-kata yang dikeluarkannya itu telah membuat saya melayang tinggi. Tapi ketika saat itu jgua saya menyakinkan diri untuk sadar, kembali saya terhempas ke bumi.
Ketika menuliskan draft postingan ini (gila, ginian aja pake draft), keadaan hati saya kembali menggalau. Sudah beberapa kali saya ke Jakarta dalam rangka kerja tapi ketika saya ke Jakarta ini selalu saya sempatkan sebelumnya untuk mencocokan jadwal dengannya supaya saya bisa bertemu dengannya, dan.....tetap saja dia sulit untuk ditemui. Sangat sibuk dengan pe’er dan pekerjaannya (very dedicated worker, and i’m very appreciate him by that). Seharusnya saya mengatakan bahwa saya ingin bertemu dengannya pada saat after work tapi tetap saja gagal total. Pernah suatu kejadian ketika saya mengajaknya untuk bertemu dan dia mengatakan “maaf saya sudah membuat janji”. OK. Saat itu benar-benar membuat saya sangat sedih atau sakit hati atau apalah you name it. Ketika dia menjelaskan karena mau farewell dengan beberapa sahabatnya yang akan pergi dan tentu dia ingin menghabiskan masa-masa terakhir dengan mereka, baiklah saya hanya bisa bersabar. Lho...apalagi yang bisa saya lakukan? Saya toh bukan siapa-siapa dia seperti yang saya utarakan di atas tadi. Saya toh tidak mungkin marah kepadanya. Apa hak saya? APA? (*sambil marah + memendam hasrat ingin nangis). “baiklah” kata saya dalam hati. Maybe someday. Who knows.
Yap. Sudah sering saya mencoba membuat janji bertemu dengannya akhir-akhir ini dan tentu berakhir dengan kegagalan. Meski dia pernah mengatakan bahwa: “nantilah ya kita buka bareng. Suatu hari di bulan Ramadhan”, dan tentu saja saya sangat menantikan hari itu. Atau pernah dia mengatakan “kita lihat minggu depan ya”, ini ketika saya mengajak dia nonton karena saya sudah mulai bosan. Tapi apa yang terjadi? Yang bisa saya lakukan sekarang hanya tertawa terbahak-bahak menertawakan kebodohan saya mempercayainya. Padahal dia pernah menyinggung dalam postingannya “jangan pernah mempercayai manusia”. Puncaknya adalah ketika 2 hari yang lalu saya sms dia karena saya sangat ingin ngobrol dengannya dan memang saat itu dia sedang menyetir. Namun setelah itu tidak ada sms lanjutan dari dia apakah dia sudah sampai, atau dia sudah bisa terima telpon atau apa, pokoknya saya di-gantung-kan dengan menanti sampai jam 11pm. Dan ketika saya menelpon dia jam 11-an pm itu, dia tentu saja (aneh sih karena dia seperti makhluk nokturnal) sudah tidur. Lalu keesokan malamnya saya kembali “nekatz” langsung telpon saja dan dia sedang “farewell” salah satu sahabatnya yang nota bene teman saya juga. Saat itu saya sangat kecewa besar, meski dia sudah mengatakan “kemaren maaf ya saya sudah tidur”, tapi.... Cukup sudah. 20 detik saja saya telpon dan langsung saya tutup telponnya. Kekanak-kanakan? Mungkin, tapi saya tidak mau marah padanya saat itu. TIDAK. TITIK!
Tampaknya masalah semua berpusat dari saya, dimana saya sendiri yang membuat masalah itu timbul. Pikiran-pikiran saya yang membuat semua masalah ini timbul. Catur pernah mengatakan kepada saya, “kalau ada masalah, ya mbok ya dibicarakan. Jauh di mata bukan berarti tidak berteman lagi kan. Jangan rusak pertemanan hanya karena miskomunikasi”. Tapi entah kenapa kalau saya harus mengatakan semuanya ke dia, itu sepertinya tidak mungkin. Entah saya tidak berani menanggung resiko atau menghadapi reaksinya terhadap pengakuan saya atau saya takut dia akan menjauh dari saya. Saya sayang dia, dan saya tidak mau kehilangan dia.
Seberapa besar rasa khawatir saya takut kehilangan dia? Sangat besaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr.................
Kalau hari jum’at malam atau minggu malam saya baca twits dari TMC tentang lalu lintas tol Cipularang dan ada kejadian kecelakaan, langsung saya “dag dig dug”. Apabila saya seperti menjauh dari dia, saya takut dia akan menjauh juga dari saya (tp langsung lega ketika dia nge-buzz ym saya lagi). Ya. Saya memang takut kehilangan dia.
Sekarang ini yang sangat saya inginkan adalah:
1. Hangin’ around with him
2. Watching movie or show with him
3. Pergi ke planetarium di TIM (dulu dia pernah ngajak saya ke sini, tp saya batalkan. Gk mungkin kan pake seragam pemda ngayap ke Planetarium)
4. Pergi ke curug di Ciawi (tempat dia pernah melarikan diri dari kepenatan + stress)
5. Pergi ke Rengasdengklok (soalnya kita pernah saling penasaran waktu saya nebeng dia ke BDG)
6. Buka puasa bareng
7. Apapun pokoknya spend a day (everyday) with him (ini super duper gawat, kerusakan otak stadium 3)
Tapi ada juga yang saya inginkan lainnya :
1. Kembali ke masa saya tidak pernah mengenal dia
2. Kembali ke masa tidak pernah bertemu dengannya
3. Kembali ke masa tidak pernah dekat dengannya
4. Melupakan perasaan sangat sangat sangat menyukainya
Kenapa saya menginginkan ini? Karena saya tahu, saya sudah menyakiti banyak orang. Saya menyakiti diri saya sendiri dan mungkin juga secara tidak langsung saya menyakiti dia. Tapi.......saya sayang dia. Saya tidak ingin kehilangan dia. Bagaimana donk?
There...I’ve said it what my feeling about u my bro.
Cerita ini mungkin pernah saya singgung di beberapa postingan saya tahun lalu. Saya kenal dia sudah lama. Dari tahun 2005. Tapi baru kembali dekat dan cukup intens berkomunikasi setelah saya memiliki gadget yang mengklaim produknya super canggih gitu, blackberry. Berawal dari chat YM, beberapa kali sms, dan telpon. Semua berlangsung selama tahun 2010. Tapi sekarang sudah cukup jarang. Bahkan saya hampir tidak tahu apa saja kesibukannya dia sekarang. Hanya bisa menebak-nebak jam dia bangun, ke kantor, pulang kantor, nyampe kost, pulang ke Bdg. Yap...hanya itu. Menebak-nebak.
Mungkin karena sudah sering dengan komunikasi seperti itu saya jadi merasa “nyaman” dengan dia. Sampai akhirnya baru beberapa bulan belakangan ini saja saya berani mengakui (tidak kepadanya tentu saja) bahwa saya memang memiliki “rasa” itu. Dan sekarang ketika komunikasi kami sudah tidak intens lagi, saya mulai merasa kehilangan dia. Kangen dengan chat-chat kami. Kangen dengan komunikasi kami. Tapi saya tahu, saya tidak mungkin, bahkan tidak boleh untuk mengatakan itu kepadanya. Sama aja cari mati. Well, he’s unreachable person. He love someone-else. And me, just a fool person who love someone whose forbiden to be loved (okeh mulai lebay).
Saya bukan peramal yang bisa mengetahui isi kepalanya. Saya juga bukan seseorang yang berani untuk mengatakan segala isi hati ini kepada dia karena saya tidak mau merusak hubungan ini. Pertemanan ini tidak perlu rusak hanya karena “mulut besar saya kan?!”. Tapi ada seorang teman yang tampaknya bisa (atau hanya perasaan saya saja) membaca bahwa dia pasti tahu perasaan saya ini. Kata teman saya, ini terlihat jelas dari beberapa postingan saya untuk dia (meski saya tidak pernah menyebutkan namanya), beberapa twits saya di twitter yang kelewat batas curcolnya tentang dia, dan terkadang ada beberapa lagu yang pernah saya posting diperuntukkan kepadanya. Kata teman saya lagi, meski saya merasa yakin bahwa dia tidak akan pernah usil ngubek-ngubek beberapa postingan saya yang mensinyalir tentang dia atau membaca twits saya, tapi dia pasti tahu perasaan saya ini, hanya saja dia cukup diam dan pura-pura tidak tahu. Mungkin untuk menjaga pertemanan ini juga.
Hmm...jikalau memang dia mengetahui perasaan saya ini dan itu memang mungkin karena ketidak-intens-an dia di dunia maya dan dia sudah jarang menghubungi saya, meskipun ketika sesekali saya menelpon dia, pasti tetap dia meladeni saya bahkan sampai 1jam-an telponnya (maaf dan makasih banyak ya a’) padahal dia pernah bilang ke saya “saya bukan tipe orang yang suka berlama-lama bertelponan”. Atau ketika saya ke Jakarta (untuk diperjelas, saya bangga tinggal di Kota Tangerang), pasti saya berusaha untuk bertemu dengannya meski terkadang dia sangat sulit untuk ditemui. Entah menghindar atau sangat sibuk (beda tipis dah perbedaannya), pokoknya saya sangat ingin (harus) bertemu dengannya. Berdua saja (gila, makin gawat inih). Karena setelah saya bertelpon-telpon ria dengannya atau setelah saya bertemu dengannya meski hanya 40 menitan (kok lamaan di telpon daripada ketemuan?), saya sangat bahagia (kerusakan otak stadium 1).
Ada saat-saat saya sangat galau dengan perasaan saya ini. Banyak yang mengatakan saya cukup bahkan sangat bodoh menyukai orang yang jelas-jelas tidak akan membalas dengan cara yang sama (to be honest, nobody knows what exactly happen between me and him, just my feeling to him that they knows). Kalaupun ada yang menebak-nebak tentang siapa orang yang sering saya singgung dalam twits saya, pasti mereka hanya mengatakan “ya ampyun, masih aja suka ama orang itu?” “gak capek apa lo memendam perasaan itu?” “bodoh amat sih lo”. Hmmm...baiklah saya terima saja. Toh memang itu kenyataannya. Saya bersedia menanggung segala resiko akan perasaan saya ini. Toh yang sakit saya juga. Tentu saya berusaha tidak membuat orang lain sakit (maaf ya kalu emang ada yang sakit hati akan perasaan saya ini). Dari awal saya tahu konsekuensinya. Yah...saya memang bodoh. Cinta itu terkadang membuat orang menjadi semakin bodoh.
Beberapa kali saya berusaha mengurangi rasa “ketergantungan” saya terhadapnya (looks like I already being addict by him). Berusaha untuk tidak menghubungi dia baik melalui ym, sms, ataupun telpon. Pernah saya menghitung sampai berapa lama saya tahan akan itu? Paling lama adalah 15 hari dan jreng jreng jreng ... dia yang memulai perbincangan, dan runtuhlah pertahanan saya (sok lebay). Meski hanya sekedar “buzz” di ym tapi itu sudah cukup bikin hati saya jungkir balik (okeh ini salah buesaaarrrr). Kalau sudah sampai pada titik saya marah, cemburu, atau merasa dikucilkan olehnya (secara tidak langsung tentu saja), saya akan melakukan metode itu. Lebih baik saya menghindari dia daripada saya marah-marah ke dia.
Dia hidup di lingkungan yang banyak dikelilingi oleh wanita. Mungkin banyak teman-temannya atau sahabat-sahabatnya (saya mungkin bukan sahabatnya) yang nota bene adalah wanita, dan tentu saja ini yang membuat saya tambah merasa di-biasa-kan olehnya. Tapi apa mau dikata. Toh saya bukan siapa-siapa dia selain HANYA teman. Dia mungkin sangat tahu bagaimana memperlakukan wanita. He’s some kindda womanizer, yet cool person. Tapi saya ingin lebih. Saya ingin menjadi yang special (meski dia sudah memiliki seseorang yang special). I just don’t wanna be “just friend”, at least i’m being his special friend. Pernah saya ingat dalam satu perbincangan kami di telpon dan ujung-ujungnya saya secara tidak sengaja mengatakan :
Saya... “Terima kasih ya sudah banyak membantu. Sudah mau mendengarkan keluh kesah aku. Hmm...kamu sudah membuat aku nyaman untuk menceritakan semua permasalahanku. You make me very convenient and you can do the same thing to me. You like my big brother. Just that. Gak bisa lebih dari itu.”
Dia... “iya. Jangan bilang gak bisa.”
Hhh....andaikan dia tahu saat itu kata-kata yang dikeluarkannya itu telah membuat saya melayang tinggi. Tapi ketika saat itu jgua saya menyakinkan diri untuk sadar, kembali saya terhempas ke bumi.
Ketika menuliskan draft postingan ini (gila, ginian aja pake draft), keadaan hati saya kembali menggalau. Sudah beberapa kali saya ke Jakarta dalam rangka kerja tapi ketika saya ke Jakarta ini selalu saya sempatkan sebelumnya untuk mencocokan jadwal dengannya supaya saya bisa bertemu dengannya, dan.....tetap saja dia sulit untuk ditemui. Sangat sibuk dengan pe’er dan pekerjaannya (very dedicated worker, and i’m very appreciate him by that). Seharusnya saya mengatakan bahwa saya ingin bertemu dengannya pada saat after work tapi tetap saja gagal total. Pernah suatu kejadian ketika saya mengajaknya untuk bertemu dan dia mengatakan “maaf saya sudah membuat janji”. OK. Saat itu benar-benar membuat saya sangat sedih atau sakit hati atau apalah you name it. Ketika dia menjelaskan karena mau farewell dengan beberapa sahabatnya yang akan pergi dan tentu dia ingin menghabiskan masa-masa terakhir dengan mereka, baiklah saya hanya bisa bersabar. Lho...apalagi yang bisa saya lakukan? Saya toh bukan siapa-siapa dia seperti yang saya utarakan di atas tadi. Saya toh tidak mungkin marah kepadanya. Apa hak saya? APA? (*sambil marah + memendam hasrat ingin nangis). “baiklah” kata saya dalam hati. Maybe someday. Who knows.
Yap. Sudah sering saya mencoba membuat janji bertemu dengannya akhir-akhir ini dan tentu berakhir dengan kegagalan. Meski dia pernah mengatakan bahwa: “nantilah ya kita buka bareng. Suatu hari di bulan Ramadhan”, dan tentu saja saya sangat menantikan hari itu. Atau pernah dia mengatakan “kita lihat minggu depan ya”, ini ketika saya mengajak dia nonton karena saya sudah mulai bosan. Tapi apa yang terjadi? Yang bisa saya lakukan sekarang hanya tertawa terbahak-bahak menertawakan kebodohan saya mempercayainya. Padahal dia pernah menyinggung dalam postingannya “jangan pernah mempercayai manusia”. Puncaknya adalah ketika 2 hari yang lalu saya sms dia karena saya sangat ingin ngobrol dengannya dan memang saat itu dia sedang menyetir. Namun setelah itu tidak ada sms lanjutan dari dia apakah dia sudah sampai, atau dia sudah bisa terima telpon atau apa, pokoknya saya di-gantung-kan dengan menanti sampai jam 11pm. Dan ketika saya menelpon dia jam 11-an pm itu, dia tentu saja (aneh sih karena dia seperti makhluk nokturnal) sudah tidur. Lalu keesokan malamnya saya kembali “nekatz” langsung telpon saja dan dia sedang “farewell” salah satu sahabatnya yang nota bene teman saya juga. Saat itu saya sangat kecewa besar, meski dia sudah mengatakan “kemaren maaf ya saya sudah tidur”, tapi.... Cukup sudah. 20 detik saja saya telpon dan langsung saya tutup telponnya. Kekanak-kanakan? Mungkin, tapi saya tidak mau marah padanya saat itu. TIDAK. TITIK!
Tampaknya masalah semua berpusat dari saya, dimana saya sendiri yang membuat masalah itu timbul. Pikiran-pikiran saya yang membuat semua masalah ini timbul. Catur pernah mengatakan kepada saya, “kalau ada masalah, ya mbok ya dibicarakan. Jauh di mata bukan berarti tidak berteman lagi kan. Jangan rusak pertemanan hanya karena miskomunikasi”. Tapi entah kenapa kalau saya harus mengatakan semuanya ke dia, itu sepertinya tidak mungkin. Entah saya tidak berani menanggung resiko atau menghadapi reaksinya terhadap pengakuan saya atau saya takut dia akan menjauh dari saya. Saya sayang dia, dan saya tidak mau kehilangan dia.
Seberapa besar rasa khawatir saya takut kehilangan dia? Sangat besaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr.................
Kalau hari jum’at malam atau minggu malam saya baca twits dari TMC tentang lalu lintas tol Cipularang dan ada kejadian kecelakaan, langsung saya “dag dig dug”. Apabila saya seperti menjauh dari dia, saya takut dia akan menjauh juga dari saya (tp langsung lega ketika dia nge-buzz ym saya lagi). Ya. Saya memang takut kehilangan dia.
Sekarang ini yang sangat saya inginkan adalah:
1. Hangin’ around with him
2. Watching movie or show with him
3. Pergi ke planetarium di TIM (dulu dia pernah ngajak saya ke sini, tp saya batalkan. Gk mungkin kan pake seragam pemda ngayap ke Planetarium)
4. Pergi ke curug di Ciawi (tempat dia pernah melarikan diri dari kepenatan + stress)
5. Pergi ke Rengasdengklok (soalnya kita pernah saling penasaran waktu saya nebeng dia ke BDG)
6. Buka puasa bareng
7. Apapun pokoknya spend a day (everyday) with him (ini super duper gawat, kerusakan otak stadium 3)
Tapi ada juga yang saya inginkan lainnya :
1. Kembali ke masa saya tidak pernah mengenal dia
2. Kembali ke masa tidak pernah bertemu dengannya
3. Kembali ke masa tidak pernah dekat dengannya
4. Melupakan perasaan sangat sangat sangat menyukainya
Kenapa saya menginginkan ini? Karena saya tahu, saya sudah menyakiti banyak orang. Saya menyakiti diri saya sendiri dan mungkin juga secara tidak langsung saya menyakiti dia. Tapi.......saya sayang dia. Saya tidak ingin kehilangan dia. Bagaimana donk?
There...I’ve said it what my feeling about u my bro.
Tuesday, July 12, 2011
UNFORGETABLE SOUL TRAVEL
Kenapa ini saya katakan sebagai "Unforgetable Travel" karena ini salah satu perjalanan yang sangat saya idam2kan. Umroh (someday Haji).
Tahun 2007 diajak oleh Fifi tp karena waktu itu baru masuk kerja di HSBC jadilah saya belom mendapatkan cuti. Tertunda...
Tahun 2008 kembali diajak oleh Fifi lagi dan kembali saya baru masuk di B&P, jadilah saya belum bisa mengajukan cuti. Tertunda...
Tahun 2010 akhir mb Anna (TPG PKM Cibodsari) mendapatkan hadiah dari Pak Walikota TNG; WH karena dia mendapatkan juara k-2 lomba TPG Teladan se-Provinsi Banten. Waktu itu belum ada kepikiran sama sekali untuk ikutan. Bahkan sampai bulan yang ditentukan pun saya hanya berusaha nitip do'a aja. Lalu entah dapet ide drmn, mungkin karena sangat ingin memohon sesuatu kepadaNYA sehingga ditempat manapun saya ingin sekali mencoba. Apalagi di tanah suci Mekkah & Madinah yang disinyalir merupakan tempat yang paling banyak di ijabah do'a2 kita, saya pun ingin mengusahakan ke sana.
Setelah izin dan sedikit perdebatan dengan ortu, akhirnya saya menetapkan untuk berangkat Umroh dengan mb Anna menggunakan travel yg digunakan mb Anna. Waktu itu direncanakan bulan Mei akhir. Tapi ternyata diundur tgl 2 Juni 2011. Alhamdulillah saya berangkat juga tgl 2 Juni 2011.
Ini dia foto saya dan kedua ortu sebelum saya check ini di imigrasi dan boarding.

9jam di burung besi. OMG...mati gaya. klu gk baca2 brosur, baca2 bahan (do'a2) ibadah umroh. Tidur. Makan. Tidur lagi.
Berangkat jam 13.30 dari Bandara Soekarno Hatta dan nyampe di Bandara King Abdul Azziz - Jeddah jam 18.00 (masih terang). Sekedar informasi, perbedaan waktu antara Indonesia dengan Mekkah adalah 4jam dimana Mekah 4jam lebih dulu. Jadi pas nyampe itu sudah jam 22.00 di Indonesia.
ini baru nyampe bandara King Abdul Azziz - Jeddah tapi khusus area jemaah Haji siap2 nunggu di imigrasi

Setelah lepas dari imigrasi dan baggage claim, kita langsung melanjutkan perjalanan darat (by bus) ke Madinah. Perjalanan memakan waktu antara 4-6 jam. Jadi tadi sebelum boarding, saya menjamak sholat Dhuzhur & Azhar di Indonesia. Lalu setelah sampai di Arab, sholat Maghrib & Isya pun saya jamak di perjalanan menuju Madinah. Akhirnya setelah 9jam + 6jam perjalanan, sampai juga di hotel Dallah Tayibah depan Masjid Nabawi - Madinnah. Hotelnya tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi jadi sangat memudahkan saya & mb Anna. Oh ya, kami semua 1 travel ada 73 orang termasuk travel assistant dari Malika Travel. Tp klu ke masjid / belanja2 di pasar sekitar masjid saya lebih sering berdua dengan mb Anna. InsyaALLOH aman, meski saya sekamar 3 orang.
ini foto2 di Madinnah



Kamis berangkat dari Indonesia. Jum'at sampai minggu siang di Madinnah. Sholat Dzuhur & Ashar kembali di Jamak sebelum berangkat. Lalu sorenya itu kita langsung berangkat ke Mekah untuk pelaksanaan Umroh. Miqot di Bier Ali. Perjalanan kurang lebih 4 jam. Selama perjalanan ke Mekkah karena kita udah mandi sunnah Umroh jadi harus tetap menjaga kesucian sunnah Umroh.
Sampai di Mekkah malam sekitar Isya. Langsung masuk hotel u/ makan dan melaksanakan sholat Isya & Maghrib yg kembali di jamak. Ini dikarenakan kalau sudah memasuki Masjidil Haram & kita sudah niat Umroh, hal pertama yg dilaksanakan adalah melaksakan ibadah umroh secara berurutan. (1) Tawaf - mengelilingi Ka'bah 7x dengan bahu kiri menghadap Ka'bah, (2) Sa'i - berlari kecil 7x dari bukit Shofa & berakhir di bukit Marwah, (3) Tahalul - menggunting 3 helai rambut. (4) tertib - selesai.
Itulah urutan2 sunnah Umroh yang menjadi wajib dilaksanakan. Kalau ibadah Haji ada beberapa proses lainnya yang harus dikerjakan. Untuk ibadah Umroh ini hal yang harus diperhatikan adalah Miqat. Yaitu tempat dimana kita mengawali (berniat) umroh dengan memakai pakaian ihram tentunya klu gk salah y). Ada beberapa Tempat Miqat yang umumnya adalah masjid besar. Tapi kemarin itu saya melaksanakan hanya 3x Umroh (untuk pribadi, untuk ayah & untuk ibu), jadi Miqatnya juga hanya di 3 tempat yaitu Bier Ali, Jaronnah & haduh lupa euy :p
saya tidak banyak mengambil foto tapi ini beberapa foto di Mekah






Yah itulah sebagian foto2 perjalanan saya Umroh. Masih banyak yg lain tp cukup yg ini saja yg saya perlihatkan :p
Setelah 3 hari di Mekah, saya siap2 pulang tapi bermalam dulu di Jeddah. Hanya semalam setelah itu terbang dari Mekah tapi transit di Riyadh. Barulah 9jam kemudian saya sampai di Indonesia. Jum'at maghrib saya sampai dengan alhamdulillah selamat.
Sekarang saya kangen untuk kembali k sana. Suatu saat saya akan kembali. InsyaALLOH.
Next trip? Malaysia - Singapore - Australia ^_^ woohoo
Tahun 2007 diajak oleh Fifi tp karena waktu itu baru masuk kerja di HSBC jadilah saya belom mendapatkan cuti. Tertunda...
Tahun 2008 kembali diajak oleh Fifi lagi dan kembali saya baru masuk di B&P, jadilah saya belum bisa mengajukan cuti. Tertunda...
Tahun 2010 akhir mb Anna (TPG PKM Cibodsari) mendapatkan hadiah dari Pak Walikota TNG; WH karena dia mendapatkan juara k-2 lomba TPG Teladan se-Provinsi Banten. Waktu itu belum ada kepikiran sama sekali untuk ikutan. Bahkan sampai bulan yang ditentukan pun saya hanya berusaha nitip do'a aja. Lalu entah dapet ide drmn, mungkin karena sangat ingin memohon sesuatu kepadaNYA sehingga ditempat manapun saya ingin sekali mencoba. Apalagi di tanah suci Mekkah & Madinah yang disinyalir merupakan tempat yang paling banyak di ijabah do'a2 kita, saya pun ingin mengusahakan ke sana.
Setelah izin dan sedikit perdebatan dengan ortu, akhirnya saya menetapkan untuk berangkat Umroh dengan mb Anna menggunakan travel yg digunakan mb Anna. Waktu itu direncanakan bulan Mei akhir. Tapi ternyata diundur tgl 2 Juni 2011. Alhamdulillah saya berangkat juga tgl 2 Juni 2011.
Ini dia foto saya dan kedua ortu sebelum saya check ini di imigrasi dan boarding.
9jam di burung besi. OMG...mati gaya. klu gk baca2 brosur, baca2 bahan (do'a2) ibadah umroh. Tidur. Makan. Tidur lagi.
Berangkat jam 13.30 dari Bandara Soekarno Hatta dan nyampe di Bandara King Abdul Azziz - Jeddah jam 18.00 (masih terang). Sekedar informasi, perbedaan waktu antara Indonesia dengan Mekkah adalah 4jam dimana Mekah 4jam lebih dulu. Jadi pas nyampe itu sudah jam 22.00 di Indonesia.
ini baru nyampe bandara King Abdul Azziz - Jeddah tapi khusus area jemaah Haji siap2 nunggu di imigrasi
Setelah lepas dari imigrasi dan baggage claim, kita langsung melanjutkan perjalanan darat (by bus) ke Madinah. Perjalanan memakan waktu antara 4-6 jam. Jadi tadi sebelum boarding, saya menjamak sholat Dhuzhur & Azhar di Indonesia. Lalu setelah sampai di Arab, sholat Maghrib & Isya pun saya jamak di perjalanan menuju Madinah. Akhirnya setelah 9jam + 6jam perjalanan, sampai juga di hotel Dallah Tayibah depan Masjid Nabawi - Madinnah. Hotelnya tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi jadi sangat memudahkan saya & mb Anna. Oh ya, kami semua 1 travel ada 73 orang termasuk travel assistant dari Malika Travel. Tp klu ke masjid / belanja2 di pasar sekitar masjid saya lebih sering berdua dengan mb Anna. InsyaALLOH aman, meski saya sekamar 3 orang.
ini foto2 di Madinnah
Kamis berangkat dari Indonesia. Jum'at sampai minggu siang di Madinnah. Sholat Dzuhur & Ashar kembali di Jamak sebelum berangkat. Lalu sorenya itu kita langsung berangkat ke Mekah untuk pelaksanaan Umroh. Miqot di Bier Ali. Perjalanan kurang lebih 4 jam. Selama perjalanan ke Mekkah karena kita udah mandi sunnah Umroh jadi harus tetap menjaga kesucian sunnah Umroh.
Sampai di Mekkah malam sekitar Isya. Langsung masuk hotel u/ makan dan melaksanakan sholat Isya & Maghrib yg kembali di jamak. Ini dikarenakan kalau sudah memasuki Masjidil Haram & kita sudah niat Umroh, hal pertama yg dilaksanakan adalah melaksakan ibadah umroh secara berurutan. (1) Tawaf - mengelilingi Ka'bah 7x dengan bahu kiri menghadap Ka'bah, (2) Sa'i - berlari kecil 7x dari bukit Shofa & berakhir di bukit Marwah, (3) Tahalul - menggunting 3 helai rambut. (4) tertib - selesai.
Itulah urutan2 sunnah Umroh yang menjadi wajib dilaksanakan. Kalau ibadah Haji ada beberapa proses lainnya yang harus dikerjakan. Untuk ibadah Umroh ini hal yang harus diperhatikan adalah Miqat. Yaitu tempat dimana kita mengawali (berniat) umroh dengan memakai pakaian ihram tentunya klu gk salah y). Ada beberapa Tempat Miqat yang umumnya adalah masjid besar. Tapi kemarin itu saya melaksanakan hanya 3x Umroh (untuk pribadi, untuk ayah & untuk ibu), jadi Miqatnya juga hanya di 3 tempat yaitu Bier Ali, Jaronnah & haduh lupa euy :p
saya tidak banyak mengambil foto tapi ini beberapa foto di Mekah
Yah itulah sebagian foto2 perjalanan saya Umroh. Masih banyak yg lain tp cukup yg ini saja yg saya perlihatkan :p
Setelah 3 hari di Mekah, saya siap2 pulang tapi bermalam dulu di Jeddah. Hanya semalam setelah itu terbang dari Mekah tapi transit di Riyadh. Barulah 9jam kemudian saya sampai di Indonesia. Jum'at maghrib saya sampai dengan alhamdulillah selamat.
Sekarang saya kangen untuk kembali k sana. Suatu saat saya akan kembali. InsyaALLOH.
Next trip? Malaysia - Singapore - Australia ^_^ woohoo
Monday, July 04, 2011
ANOTHER DEDICATED SONG FOR MY BRO

This song i found in Sammy's Adventure cartoon movie. The movie is so so...but this song is really represent Sammy's feeling about his friend's Ray or vise versa.
and now I wanna dedicated this song for my bro who always be there for me (even though not exactly like the lyric) and hoping that I can be the person who he can count on to.
COUNT ON ME (by Bruno Mars)
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
[Chorus]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'cause that's what friends are supposed to do oh yeah
ooooooh, oooohhh yeah yeah
[Verse 2]
If you're tossin' and you're turnin
and you just can't fall asleep
I'll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Every day I will remind you
Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need
[Chorus]
You can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'cause that's what friends are supposed to do oh yeah
ooooooh, oooohhh yeah yeah
You'll always have my shoulder when you cry
I'll never let go
Never say goodbye
[Chorus]
You know you can count on me like 1, 2, 3
I'll be there
And I know when I need it
I can count on you like 4, 3, 2
And you'll be there
'cause that's what friends are supposed to do oh yeah
ooooooh, oooohhh
You can count on me 'cause I can count on you
There u go. This song by Bruno Mars and in the end I'm not just dedicated for my bro but for all of my friends. But well, especially for my bro ^_^
Wednesday, April 27, 2011
JUST ANOTHER DAY GOES BY
April 25th, 1982 - April 25th, 2011
Tidak terasa. 29 tahun sudah saya hidup. Tapi kemarin senin itu tidak ada sesuatu yang spesial. Hanya hari berganti. Dipenuhi dengan kesibukan seperti biasa. Nothing more.
Yang saya maksud sebagai "Nothing Special" adalah...ya mungkin karena status masih sama, kesibukan masih sama, keinginan masih sama tapi ada sedikit tambahan. Jadi ya tidak ada perubahan.
Namun tentu saja tidak lupa saya untuk bersyukur. Karena masih banyak teman-teman yang mengingat hari lahir saya. Meski orang tua saya tidak ingat, tapi mereka tentu tetap menyayangi saya. Meski ada teman atau mantan teman atau apapun itu sebutannya yang tidak mengingat hari lahir saya, masih ada teman yang lainnya yang ingat. Harus tetap ingat kata uda Iman, "People come and go. People change. Life must go on". Atau kata Geustau di film Ratatoullie "If u're focus of what left behind, u'll never be able to see what lies ahead".
Yap. Saya harus maju terus. Meski ada rasa kesal atau apa, tetap fokus bekerja dan berusaha dan lanjutkan hidup. Toh hari senin kemarin banyak yang mengingat hari lahir saya. Teman-teman tak terduga dan tentu saja my bro. Meski tampaknya itu berkat pancingan judul status YM saya. Hehehe....
Well, my next resolution are;
1. Umroh
2. Nabung untuk bayar pinjaman umroh ke si papap
3. Nabung untuk menggenapkan pengajuan Haji
4. BELAJAR untuk test ITP TOEFL. Kudu dapet 580 ini mah. HARUS!!! (kapan mulai belajarnya?)
5. Pengajuan ADS Scholarship for my Master Degree in Public Health Nutrition
Yap. That's all my next resolution. And it's a MUST!!!
Amien............
Tidak terasa. 29 tahun sudah saya hidup. Tapi kemarin senin itu tidak ada sesuatu yang spesial. Hanya hari berganti. Dipenuhi dengan kesibukan seperti biasa. Nothing more.
Yang saya maksud sebagai "Nothing Special" adalah...ya mungkin karena status masih sama, kesibukan masih sama, keinginan masih sama tapi ada sedikit tambahan. Jadi ya tidak ada perubahan.
Namun tentu saja tidak lupa saya untuk bersyukur. Karena masih banyak teman-teman yang mengingat hari lahir saya. Meski orang tua saya tidak ingat, tapi mereka tentu tetap menyayangi saya. Meski ada teman atau mantan teman atau apapun itu sebutannya yang tidak mengingat hari lahir saya, masih ada teman yang lainnya yang ingat. Harus tetap ingat kata uda Iman, "People come and go. People change. Life must go on". Atau kata Geustau di film Ratatoullie "If u're focus of what left behind, u'll never be able to see what lies ahead".
Yap. Saya harus maju terus. Meski ada rasa kesal atau apa, tetap fokus bekerja dan berusaha dan lanjutkan hidup. Toh hari senin kemarin banyak yang mengingat hari lahir saya. Teman-teman tak terduga dan tentu saja my bro. Meski tampaknya itu berkat pancingan judul status YM saya. Hehehe....
Well, my next resolution are;
1. Umroh
2. Nabung untuk bayar pinjaman umroh ke si papap
3. Nabung untuk menggenapkan pengajuan Haji
4. BELAJAR untuk test ITP TOEFL. Kudu dapet 580 ini mah. HARUS!!! (kapan mulai belajarnya?)
5. Pengajuan ADS Scholarship for my Master Degree in Public Health Nutrition
Yap. That's all my next resolution. And it's a MUST!!!
Amien............
Thursday, April 21, 2011
DUNIA SAYA KO' KACAU YA?
Entah kenapa sepertinya awan hitam masih menyelimuti saya. Aura negatih masih ada di sekitar saya. Masih terasa galau, hampa, kosong, hollow, numb, dunno what to do. Bahkan gawatnya, looks like I'm a body without a soul.
What? That's serious? What's wrong with me? How come this unfortunate events keep continous happening?
Kurang bersyukur kah? Sudah mulai bosen bersyukur kah? Sudah terlalu nyaman kah? Sudah merasa paling hebatkah? Sok sibukkah? Sok ini itu kah? Entahlah? Mungkin semuanya berkumpul menjadi satu sehingga makin kacaulah dunia saya.
Saya yang selalu mengharapkan mendapat pekerjaan lebih banyak, lebih hektik, lebih menantang, akibatnya...saya belum 100% stress-handler. Permintaan awalnya agar dapat melupakan dia yang namanya tidak boleh disebutkan. Cukup efektif pada awal-awal. Tapi karena saya ada waktu bernafas untuk rehat sejenak dari kepenatan, mulai teringat lagi. Tentu dia yang namanya tidak boleh disebutkan ini tidak bersalah. Saya yang bersalah pastinya. Untuk apa memikirkan orang lain yang jelas-jelas tidak pernah memikirkan saya? Akhirnya saya memohon kepadaNYA untuk diberi kesibukan yang benar2 bisa membuat saya lupa padanya. Eh sekarang saya malah benar-benar sibuk. Yah bisa dikatakan saya mencoba untuk sok sibuk. Dan terbukti sedikit saya bisa mengurangi & melupakannya.
Tentu saya gembira. Ditambah lagi diperkenalkan oleh teman dengan orang baru. Orang yang saya sangat harapkan dapat membantu saya melupakannya. Orang yang saya sangat harapkan dapat merubah perasaan saya dan belajar menerima sesuatu yang baru. Tapi ternyata saya bukan stress-handler. Saya masih stress. Ditambah pekerjaan-pekerjaan yang menurut saya makin gajebo. Beginilah resiko bekerja di birokrat. Pelik dengan birokrasi.
Dari dulu ibu saya selalu menyarankan saya untuk umroh. Saya bukannya tidak mau, tapi karena saya belum menemukan waktu yang pas. Dan sekarang ketika saya menemukan waktu yang pas, dimana saya dapat memohon cuti, saya dapat teman perjalanan untuk umroh. Tapi tetap saja ada ganjalannya. Orang yang dulunya selalu menyuruh saya untuk melaksanakannya, dia juga yang mematahkan semangat saya. Apa gunanya saya pergi kalau tidak ada restu 100% dari ortu. Lagi-lagi saya berperang mulut, adu argumentasi dan tentu saja tidak ada pemenang dalam hal ini. Alasan beliau sederhana dan alasan saya juga sederhana, tapi kami tidak menemukan solusi yang win win solution. Saling mau menang sendiri.
Tidak sampai satu hari kami saling diam, saat itu juga saya kena musibah lain. Mobil yang saya bawa tiap hari rusak parah. Penyok. Dan harus masuk bengkel. Saya tidak masalah untuk mengeluarkan uangnya, toh itu uang saya. Tapi saya yakin dia akan marah besar karena saya tidak hati-hati. Dia akan terus mengungkit kebodohan & kekeraskepalaan saya. Dia tidak pernah melihat keburukan yang terjadi pada diri seseorang dari kaca mata orang yang mengalaminya. Pasti selalu menghukum, men-judge, menghakimi terdakwa. Tidak peduli dia salah / benar.
Kami sama. Toh darah kami sama. Sama-sama memiliki sifat bodoh dan merasa menang sendiri. Dan sampai sekarang pun dia melakukannya. Faktor umur & faktor hormon lah yang berperan. Itulah yang terjadi padanya, dan tentu saja yang juga terjadi pada saya.
Hah....memang sifat manusia tidak pernah puas. Itulah yang dialami oleh saya. Tapi entah mengapa masih ada saja yang mengganjal saya untuk melakukan perubahan itu. Baik dari dalam diri saya sendiri, dari luar lingkungan terdekat, bahkan dari lingkungan terjauh. Cobaan. Yap itulah cobaan yang akan terus saya hadapi. Entah sekarang, kemarin, maupun selamanya. Seperti lingkaran setan
What? That's serious? What's wrong with me? How come this unfortunate events keep continous happening?
Kurang bersyukur kah? Sudah mulai bosen bersyukur kah? Sudah terlalu nyaman kah? Sudah merasa paling hebatkah? Sok sibukkah? Sok ini itu kah? Entahlah? Mungkin semuanya berkumpul menjadi satu sehingga makin kacaulah dunia saya.
Saya yang selalu mengharapkan mendapat pekerjaan lebih banyak, lebih hektik, lebih menantang, akibatnya...saya belum 100% stress-handler. Permintaan awalnya agar dapat melupakan dia yang namanya tidak boleh disebutkan. Cukup efektif pada awal-awal. Tapi karena saya ada waktu bernafas untuk rehat sejenak dari kepenatan, mulai teringat lagi. Tentu dia yang namanya tidak boleh disebutkan ini tidak bersalah. Saya yang bersalah pastinya. Untuk apa memikirkan orang lain yang jelas-jelas tidak pernah memikirkan saya? Akhirnya saya memohon kepadaNYA untuk diberi kesibukan yang benar2 bisa membuat saya lupa padanya. Eh sekarang saya malah benar-benar sibuk. Yah bisa dikatakan saya mencoba untuk sok sibuk. Dan terbukti sedikit saya bisa mengurangi & melupakannya.
Tentu saya gembira. Ditambah lagi diperkenalkan oleh teman dengan orang baru. Orang yang saya sangat harapkan dapat membantu saya melupakannya. Orang yang saya sangat harapkan dapat merubah perasaan saya dan belajar menerima sesuatu yang baru. Tapi ternyata saya bukan stress-handler. Saya masih stress. Ditambah pekerjaan-pekerjaan yang menurut saya makin gajebo. Beginilah resiko bekerja di birokrat. Pelik dengan birokrasi.
Dari dulu ibu saya selalu menyarankan saya untuk umroh. Saya bukannya tidak mau, tapi karena saya belum menemukan waktu yang pas. Dan sekarang ketika saya menemukan waktu yang pas, dimana saya dapat memohon cuti, saya dapat teman perjalanan untuk umroh. Tapi tetap saja ada ganjalannya. Orang yang dulunya selalu menyuruh saya untuk melaksanakannya, dia juga yang mematahkan semangat saya. Apa gunanya saya pergi kalau tidak ada restu 100% dari ortu. Lagi-lagi saya berperang mulut, adu argumentasi dan tentu saja tidak ada pemenang dalam hal ini. Alasan beliau sederhana dan alasan saya juga sederhana, tapi kami tidak menemukan solusi yang win win solution. Saling mau menang sendiri.
Tidak sampai satu hari kami saling diam, saat itu juga saya kena musibah lain. Mobil yang saya bawa tiap hari rusak parah. Penyok. Dan harus masuk bengkel. Saya tidak masalah untuk mengeluarkan uangnya, toh itu uang saya. Tapi saya yakin dia akan marah besar karena saya tidak hati-hati. Dia akan terus mengungkit kebodohan & kekeraskepalaan saya. Dia tidak pernah melihat keburukan yang terjadi pada diri seseorang dari kaca mata orang yang mengalaminya. Pasti selalu menghukum, men-judge, menghakimi terdakwa. Tidak peduli dia salah / benar.
Kami sama. Toh darah kami sama. Sama-sama memiliki sifat bodoh dan merasa menang sendiri. Dan sampai sekarang pun dia melakukannya. Faktor umur & faktor hormon lah yang berperan. Itulah yang terjadi padanya, dan tentu saja yang juga terjadi pada saya.
Hah....memang sifat manusia tidak pernah puas. Itulah yang dialami oleh saya. Tapi entah mengapa masih ada saja yang mengganjal saya untuk melakukan perubahan itu. Baik dari dalam diri saya sendiri, dari luar lingkungan terdekat, bahkan dari lingkungan terjauh. Cobaan. Yap itulah cobaan yang akan terus saya hadapi. Entah sekarang, kemarin, maupun selamanya. Seperti lingkaran setan
Monday, April 18, 2011
NEW HOBBY (sing songong)
Pertama kali nyoba yang namanya karaoke itu di IV Pasar Festival waktu jaman kerja di HSBC (2006). Tidak seperti tempat karaoke yang dibayangkan (apa yg dibayangin?), tempatnya per-kamar2 gitu. Tergantung tipe kamarnya jadi tergantung muatannya juga (baru intro aja dah ngaco gini perbendaharaan katanya). Waktu itu saya pulang agak telat. Sudah jam 8 malam tapi belom pulang juga. Jadi gk enak hati ama orang rumah padahal udah bilang tapi tetep aja mereka khawatir. Ahirnya ditelpon juga dan tentu saya mengatakan sedang berada di tempat karaoke bersama teman2 dan team leader saya. Alhasil pas nyampe rumah saya dicemberutin. Besoknya dilarang untuk melakukan karaoke lagi. Mungkin yang ada dalam pikiran orang tua bahwa tempat karaoke itu tidak baik. Ya sudahlah. Saya tidak pernah melakukan karaoke lagi, sampai......
Tahun 2009 saya diterima bekerja di tempat yang sudah membuat saya tidak perlu pusing2 lagi mikirin pindah (pekerjaan tetap yang terikat kontrak hampir separuh umur saya). Awalnya hanya dengan teman2 seruangan saja. Mereka senang sekali bernyanyi di ruangan. Lama kelamaan mulai menyalurkan hoby bernyanyi di tempat karaoke keluarga. Setelah itu saya jadi suka karaoke. Meski tidak setiap saat atau satu minggu sekali atau sebulan sekali, saya suka karaoke. Well, tentu saja di karaoke keluarga contohnya di; IV, HP, d'T, Nff. Tapi paling enak kalu rame2, seru aja. Soalnya kalo sendiri atau hanya berdua, agak2 sepi dan kurang seru aja.

Dengan teman2 di ruangan, dengan teman2 ngaji (wedew), dengan teman2 prajab, dengan siapa aja deh yang penting having fun. Pernah suatu hari karena ada pemadaman bergilir dan kerja tentu saja jadi tidak produktif, akhirnya kami inisiatif (tidak sehat ini mah) untuk karaoke aja daripada kepanasan, gelap2an, dan tidak bekerja di kantor. Di depan pintu ruangan dicegat KaBid, "mau kemana?" dengan polosnya saya bilang "mau karaoke dok, boleh ya. soalnya mati lampu gk produktif". Dan tau apa kata beliau? jreng jreng jreng...."ooo ada tempat baru tuh di SMS namanya d'T. cobain y. nanti kasi htau saya tempatnya kaya' apa & promonya apaan aja". Huaaaaaaaaa semangat 45 kami semua :D
Pernah juga waktu saya cuti lebaran, teman2 di ruangan beramai2 karaoke dengan Kabid, suami Kabid, dan Kasie pergi karaoke. Sedih juga karena tidak bisa ikutan tapi saya tau suatu saat akan ada masanya kami akan karaoke bersama lagi. xixixi ^_^ (ngarep dot kom).
Daaaann........hari yang ditunggu2 itu datang juga. Setelah kami semua penat dengan kerjaan dan program2 kegiatan, kami pergi juga karaoke. Dan kali ini bersama bos2. hehehe...mayan ditraktir :p
Sekarang kalu karaoke sudah diberi izin khusus oleh ortu alias boleh. hehehe.... Dan terkadang suka dikasih voucher gratisan dari Kabid yang suka juga karaoke. And I can't wait for the next karaoke event. woohoo
Tahun 2009 saya diterima bekerja di tempat yang sudah membuat saya tidak perlu pusing2 lagi mikirin pindah (pekerjaan tetap yang terikat kontrak hampir separuh umur saya). Awalnya hanya dengan teman2 seruangan saja. Mereka senang sekali bernyanyi di ruangan. Lama kelamaan mulai menyalurkan hoby bernyanyi di tempat karaoke keluarga. Setelah itu saya jadi suka karaoke. Meski tidak setiap saat atau satu minggu sekali atau sebulan sekali, saya suka karaoke. Well, tentu saja di karaoke keluarga contohnya di; IV, HP, d'T, Nff. Tapi paling enak kalu rame2, seru aja. Soalnya kalo sendiri atau hanya berdua, agak2 sepi dan kurang seru aja.

Dengan teman2 di ruangan, dengan teman2 ngaji (wedew), dengan teman2 prajab, dengan siapa aja deh yang penting having fun. Pernah suatu hari karena ada pemadaman bergilir dan kerja tentu saja jadi tidak produktif, akhirnya kami inisiatif (tidak sehat ini mah) untuk karaoke aja daripada kepanasan, gelap2an, dan tidak bekerja di kantor. Di depan pintu ruangan dicegat KaBid, "mau kemana?" dengan polosnya saya bilang "mau karaoke dok, boleh ya. soalnya mati lampu gk produktif". Dan tau apa kata beliau? jreng jreng jreng...."ooo ada tempat baru tuh di SMS namanya d'T. cobain y. nanti kasi htau saya tempatnya kaya' apa & promonya apaan aja". Huaaaaaaaaa semangat 45 kami semua :D
Pernah juga waktu saya cuti lebaran, teman2 di ruangan beramai2 karaoke dengan Kabid, suami Kabid, dan Kasie pergi karaoke. Sedih juga karena tidak bisa ikutan tapi saya tau suatu saat akan ada masanya kami akan karaoke bersama lagi. xixixi ^_^ (ngarep dot kom).
Daaaann........hari yang ditunggu2 itu datang juga. Setelah kami semua penat dengan kerjaan dan program2 kegiatan, kami pergi juga karaoke. Dan kali ini bersama bos2. hehehe...mayan ditraktir :p
Sekarang kalu karaoke sudah diberi izin khusus oleh ortu alias boleh. hehehe.... Dan terkadang suka dikasih voucher gratisan dari Kabid yang suka juga karaoke. And I can't wait for the next karaoke event. woohoo
Thursday, April 14, 2011
THIS DAY, 6 YEARS A GO.
6 tahun mengenang kepergiannya. Mengenang kebersamaan dengannya meski hanya melalui telpon dan sms. Mengenang beberapa obrolan dengannya. Mengenang segala2nya tentangnya. Memang manusia ketika sudah tidak ada di dekat kita, hanya bisa hidup dalam kenangan.
Dari awal perkenalan kita, tak pernah sekalipun kita bertemu. Berusaha untuk bertemu pun tidak pernah diutarakan. Merasa nyaman sebagai teman curhat aja. Saya pernah memposting kenangan tentang dia bulan April tahun 2006. Bagaimana awal mula perkenalan kita, sampai kenangan2 sms tentangnya. Tapi itu semua hanya kenangan.
Dia adalah keponakan sahabat saya satu kost dulu waktu di IPB. Teman baik dari teman sekamar saya di kost IPB. Dia telah menjadi sahabat saya yang tidak akan saya lupakan. Dia hanya bisa hidup dalam kenangan semua orang, khususnya saya.
Dulu mungkin saya sering sedih setelah kepergiannya. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Toh hidup itu memang terus berjalan, berubah, dan berkembang. Ingin rasanya ke Sukabumi mengunjungi makamnya. Tapi saya tidak tahu di mana makamnya. Minta tolong bibi-nya tentu sulit karena bibi-nya pasti juga repot. Hanya do'a yang bisa saya sampaikan kepadaNYA untuk kemudahan dia di sisiNYA.
Rest in peace my dear friend. It was great to knew you. So long aa Luthvie (Uphie)
Dari awal perkenalan kita, tak pernah sekalipun kita bertemu. Berusaha untuk bertemu pun tidak pernah diutarakan. Merasa nyaman sebagai teman curhat aja. Saya pernah memposting kenangan tentang dia bulan April tahun 2006. Bagaimana awal mula perkenalan kita, sampai kenangan2 sms tentangnya. Tapi itu semua hanya kenangan.
Dia adalah keponakan sahabat saya satu kost dulu waktu di IPB. Teman baik dari teman sekamar saya di kost IPB. Dia telah menjadi sahabat saya yang tidak akan saya lupakan. Dia hanya bisa hidup dalam kenangan semua orang, khususnya saya.
Dulu mungkin saya sering sedih setelah kepergiannya. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Toh hidup itu memang terus berjalan, berubah, dan berkembang. Ingin rasanya ke Sukabumi mengunjungi makamnya. Tapi saya tidak tahu di mana makamnya. Minta tolong bibi-nya tentu sulit karena bibi-nya pasti juga repot. Hanya do'a yang bisa saya sampaikan kepadaNYA untuk kemudahan dia di sisiNYA.
Rest in peace my dear friend. It was great to knew you. So long aa Luthvie (Uphie)
Saturday, March 19, 2011
IS THAT WHAT'S THE MEANING ABOUT LIFE?
This words were taken from a comercial on tv. It said by a kid & somehow it's affect me. Can I enjoy the life like this? Is this the way how life should be so I can live my life happyly? Or maybe You guys decide. Does this affect You to?!?
I want to live my life to the absolute fullest.
To open my eyes to be all I can be.
To Travel the roads not taken, to meet the faces unknown.
To Feel the wind, to touch the stars.
I Promise to discover my self.
To stand tall with greatness.
To chase down and catch every dream.
LIFE IS AN ADVENTURE
I want to live my life to the absolute fullest.
To open my eyes to be all I can be.
To Travel the roads not taken, to meet the faces unknown.
To Feel the wind, to touch the stars.
I Promise to discover my self.
To stand tall with greatness.
To chase down and catch every dream.
LIFE IS AN ADVENTURE
Friday, March 11, 2011
KEPADA SEORANG SAHABAT, TERTULIS SURAT INI
Sepenggal kisah dimasa lalu....ada orang yang singgah dalam hidupmu... dan kau melupakannya begitu saja...ada orang yang sempat singgah dan menetap... dan dia memberi kesan yang cukup dalam... dia yang telah merubahmu menjadi seperti sekarang....., maka kepada seorang kawanlah tertulis surat ini
Setelah kita bertemu, seperti biasanya.
Tiada yang berubah seperti layaknya hari ini
Kau selalu memahamiku secara tepat.
Jikalau boleh berucap, maka asumsi itulah yang membuatku harus melepas dirimu
Ataukah sebaiknya kubuat itu menjadi gambaran,
tentang semua hal yang pada mulanya tak mungkin…?
Atau…kau hanya mitos yang dapat kubaca dalam rangkaian kata-kata…?
Hhh..seringkali kuharap begitu
Owh..memang aneh mungkin menjadi seperti kita.
Kau ada dalam pikirku, tetapi tidak di hatiku
Tentunya ada gejolak kecil ketika hatiku menginginkan kau ada
Sedang hati dan pikir kita ada dalam sebuah konstruksi yang kompleks.
Kita tak lagi dapat memenangkan ego semata.
Aku menangis tersedu kala itu..
sekalipun tangis itu sama sekali tidak berbekas
ketika aku larut dalam riuh-rendah peluhku sendiri
Namun, ketika aku berkata padamu
Ini adalah hasil perenungan teragungku
Dan aku kehilangan kata-kataku…
Aku sungguh tak berhak kecewa isyarat Tuhan
Setelah itu aku tak lagi menangis, hanya saja binar mataku masih sayu
Cinta bagiku tidak lagi lateral, bukan?
Rasa cintaku tak seperti piknik dengan balon udara
Kau ada dalam pikirku, mungkin aku ada dalam pikirmu,
namun kemudian aku merasa terlalu lancang
tuk menentukan seorang diri tentang pada siapa hati ini kan bertaut
Batas nalar dan hati begitu tipis adanya.
Jadilah aku seperti Anna yang teramat menyadari cintanya pada Raja.
namun ia memilih menyimpan cinta di sebuah palung jiwa…
dimana ia sembunyikan sedikit perih sebab terkadang
kita harus punya ruang yang cukup besar untuk cinta yang lain
Kita harus membumikan persepsi kita tentang proporsi sebuah cinta…
Toh teramat cukup jika Tuhan dan alamNya ini menjadi penyaksi.
Picik bukan jika aku pikir akhir semua kisah adalah penyatuan? …
Bahagia tidaklah sesempit itu.
Kau percaya kan .. aku akan jauh lebih tegar dari Anna…?
dan kau pun akan lebih tangguh dari sang Raja
Adanya udara yang memenuhi langit kita :
langitku dan langitmu, sudah cukup membuat kita tahu tentang ini..
tentang cinta yang ada.
Sebab cinta adalah udara yang bergerak…
Ia tidak berwujud namun terasakan…
Ini memang bukan perpisahan yang abadi, tetapi ……
jikalau esok kita berjumpa lagi, semuanya tidak lagi sama
Aku tak dapat mengiyakan ajakanmu bernyanyi bersama…
Aku tak dapat memanggilmu sesuka hatiku.
Aku tak bisa lagi menuliskan tangis dan tawaku…
Telah ada yang memilikinya, tuturku pasti…..
'
Dunia harus terus berputar.
Wajar jika seketika bergejolak.
Kau pun tahu harus kupastikan aku tetap berputar bersamanya…
Apa kata dunia, jika aku berhenti dan tersedu selamanya…?
Kau tahu itu bukan aku.
Mungkin timur terlalu panas bagi jiwa melankolik ini…
Kau, menyerulah disana
Sekali lagi,biar angin yang buat teriak kita bertemu
Hanya teriak ini yang buatku rela…
mencukupkan diri dengan cinta yang sampai di sini.
Hfffh…makin sadarku akan waktu yang begitu singkat,
makin kusadar begitu banyak kata yang belum terungkap..
atau tiada pernah mampu kuucap…
Aku ingin belajar banyak darimu
Begitu kataku dulu..
Sudahkah aku mendapat sesuatu darimu…?
Hingga nanti pun, ketika sekelibat aku ingat,
aku masih akan dapat belajar dari kenangan itu….
Semoga nanti katamu jadi nyata.
Kau bilang kelak aku akan menemukan seseorang yang membuatku mampu berteriak pada dunia.
Ada sebuah bintang datang
Menerangi hutan kehidupanku
Sinarnya tidak megah
Namun adalah harmoni baru yang memesona
Menciptakan nyanyian yang belum pernah terdengar…
Ketika cirrus dan nimbus datang sebagai petanda semesta berubah
Berbisik padaku : Ia akan pergi
Di hutan kehidupan yang lain ia kan menerangi
Tampaknya di sana ia akan tinggal lebih lama..
Hingga akhir jaman tiba
Tuhan berkata
Mungkin sembari berucap ckckckc.. padaku Ia pasti lihat aku tersedu..merengekkan inginku
Setiap hutan kehidupan memiliki bintangnya sendiri
Jadi, jangan bersedih…
Begitu banyak yang kubelum tahu
Begitu sedikit keindahan yang mampu kuterka
Seperti dia kerlip bintang yang pernah kupunya .
Copy-Paste from Mira's notes. Thanx for always give me a courage to dream but come back to reality & just listen to what i've babbling
Setelah kita bertemu, seperti biasanya.
Tiada yang berubah seperti layaknya hari ini
Kau selalu memahamiku secara tepat.
Jikalau boleh berucap, maka asumsi itulah yang membuatku harus melepas dirimu
Ataukah sebaiknya kubuat itu menjadi gambaran,
tentang semua hal yang pada mulanya tak mungkin…?
Atau…kau hanya mitos yang dapat kubaca dalam rangkaian kata-kata…?
Hhh..seringkali kuharap begitu
Owh..memang aneh mungkin menjadi seperti kita.
Kau ada dalam pikirku, tetapi tidak di hatiku
Tentunya ada gejolak kecil ketika hatiku menginginkan kau ada
Sedang hati dan pikir kita ada dalam sebuah konstruksi yang kompleks.
Kita tak lagi dapat memenangkan ego semata.
Aku menangis tersedu kala itu..
sekalipun tangis itu sama sekali tidak berbekas
ketika aku larut dalam riuh-rendah peluhku sendiri
Namun, ketika aku berkata padamu
Ini adalah hasil perenungan teragungku
Dan aku kehilangan kata-kataku…
Aku sungguh tak berhak kecewa isyarat Tuhan
Setelah itu aku tak lagi menangis, hanya saja binar mataku masih sayu
Cinta bagiku tidak lagi lateral, bukan?
Rasa cintaku tak seperti piknik dengan balon udara
Kau ada dalam pikirku, mungkin aku ada dalam pikirmu,
namun kemudian aku merasa terlalu lancang
tuk menentukan seorang diri tentang pada siapa hati ini kan bertaut
Batas nalar dan hati begitu tipis adanya.
Jadilah aku seperti Anna yang teramat menyadari cintanya pada Raja.
namun ia memilih menyimpan cinta di sebuah palung jiwa…
dimana ia sembunyikan sedikit perih sebab terkadang
kita harus punya ruang yang cukup besar untuk cinta yang lain
Kita harus membumikan persepsi kita tentang proporsi sebuah cinta…
Toh teramat cukup jika Tuhan dan alamNya ini menjadi penyaksi.
Picik bukan jika aku pikir akhir semua kisah adalah penyatuan? …
Bahagia tidaklah sesempit itu.
Kau percaya kan .. aku akan jauh lebih tegar dari Anna…?
dan kau pun akan lebih tangguh dari sang Raja
Adanya udara yang memenuhi langit kita :
langitku dan langitmu, sudah cukup membuat kita tahu tentang ini..
tentang cinta yang ada.
Sebab cinta adalah udara yang bergerak…
Ia tidak berwujud namun terasakan…
Ini memang bukan perpisahan yang abadi, tetapi ……
jikalau esok kita berjumpa lagi, semuanya tidak lagi sama
Aku tak dapat mengiyakan ajakanmu bernyanyi bersama…
Aku tak dapat memanggilmu sesuka hatiku.
Aku tak bisa lagi menuliskan tangis dan tawaku…
Telah ada yang memilikinya, tuturku pasti…..
'
Dunia harus terus berputar.
Wajar jika seketika bergejolak.
Kau pun tahu harus kupastikan aku tetap berputar bersamanya…
Apa kata dunia, jika aku berhenti dan tersedu selamanya…?
Kau tahu itu bukan aku.
Mungkin timur terlalu panas bagi jiwa melankolik ini…
Kau, menyerulah disana
Sekali lagi,biar angin yang buat teriak kita bertemu
Hanya teriak ini yang buatku rela…
mencukupkan diri dengan cinta yang sampai di sini.
Hfffh…makin sadarku akan waktu yang begitu singkat,
makin kusadar begitu banyak kata yang belum terungkap..
atau tiada pernah mampu kuucap…
Aku ingin belajar banyak darimu
Begitu kataku dulu..
Sudahkah aku mendapat sesuatu darimu…?
Hingga nanti pun, ketika sekelibat aku ingat,
aku masih akan dapat belajar dari kenangan itu….
Semoga nanti katamu jadi nyata.
Kau bilang kelak aku akan menemukan seseorang yang membuatku mampu berteriak pada dunia.
Ada sebuah bintang datang
Menerangi hutan kehidupanku
Sinarnya tidak megah
Namun adalah harmoni baru yang memesona
Menciptakan nyanyian yang belum pernah terdengar…
Ketika cirrus dan nimbus datang sebagai petanda semesta berubah
Berbisik padaku : Ia akan pergi
Di hutan kehidupan yang lain ia kan menerangi
Tampaknya di sana ia akan tinggal lebih lama..
Hingga akhir jaman tiba
Tuhan berkata
Mungkin sembari berucap ckckckc.. padaku Ia pasti lihat aku tersedu..merengekkan inginku
Setiap hutan kehidupan memiliki bintangnya sendiri
Jadi, jangan bersedih…
Begitu banyak yang kubelum tahu
Begitu sedikit keindahan yang mampu kuterka
Seperti dia kerlip bintang yang pernah kupunya .
Copy-Paste from Mira's notes. Thanx for always give me a courage to dream but come back to reality & just listen to what i've babbling
Thursday, March 03, 2011
DARI KEGALAUAN SAMPAI KENYAMANAN
Setelah mengenal jejaring sosial seperti FB & twitter, saya jadi semakin jarang sekali posting. Padahal dengan gadget yang saya miliki sekarang, sangat cukup memungkinkan untuk posting dengan mudah. Semenjak ada twitter saya jadi semakin sering berkicau di sana. FB masih ada, tapi hanya sekedar sebagai pengamat dan komentator. Tidak jarang bahkan saya sering melakukan kegiatan "bersih-bersih" di FB. Selain karena kesibukan dan kebingungan untuk memulai posting, yaaaa entahlah. Sama seperti Awan (lagi2 nama bapak ini muncul), konsep itu sudah ada. Tapi memulai untuk mencurahkan jadi sebuah karya tulis (haiyah..) sangatlah malas. Sampai akhirnya lupa sendiri mau posting apa.
Intermezo-nya tidak terlalu panjang kan, tida kseperti bapak Awan yang sanggup berlama2 dengan intermezo :p Baiklah kita mulai ngobrol ngalor ngidul aja kalo gituh. Toh ini blog milik saya. terserah dunk saya mau posting apa (mulai arogan -___-).
Jadi saya mengalami kegalauan pada tahun 2010. Mulai kembali berhubungan dengan kawan lama saya yang saya kenal dari blog. 5 Tahun sudah kita hampir hilang kontak tapi memulai kembali pertemanan dengan chat (thanx to my gadget), yah maklum aja selama kerja di JKT saya tidak memiliki akses mudah dengan internet (kasian amat dach ach). Dimana saya mulai bisa melupakan mas BEM, ingat kembali, dan sekarang menuju proses sampai HARUS MELUPAKAN untuk SELAMANYA!!!
Jadi mungkin bisa di lihat pada postingan sebelumnya bahwa saya menyukai seseorang dari masa lalu kuliah saya. Mas BEM. Saya selalu menganggap bahwa kita bisa setidaknya berteman tampaknya itu hanya omong kosong dan khayalan semata. Ketika saya berteman kembali dengan teman blog saya ini (sobat blog), saya sudah bisa melupakan mas BEM. Well, not 100% tough but good enough. Lalu sampai akhirnya saya melihat kabar itu. Dia menikah. Tidak ada air mata yang mengalir sebenarnya, tapi entah kenapa dada ini terasa sesak aja. Sedih, tapi bingung juga kenapa musti sedih? Apa karena saya tidak berjodoh dengan dia? hmmm...entahlah.
Yah pada intinya mah ketika saya sedih itu (ataupun senang) saya selalu berbagi dengan sobat blog saya ini. Hanya dengan mendengar suaranya saja itu sudah cukup membuat saya tenang. Convenience. That's what he said. Friends is someone who can make u convenience & always be there for u where-ever & whenever u needed. Saya pun bisa mencurahkan segala kekesalan saya, membahas masalah2, atau apapun juga. Mungkin berawal dari masalah yang kita miliki bersama pada awal perbincangan kita. Kenapa saya merasa dia bisa membuat saya nyaman? ya karena dia tidak ragu untuk mengatakan apa yang seharusnya dia katakan, bukan apa yang saya ingin dengarkan. Speak up just the way he is. Dia yang selalu mengatakan "saya bukan orang yang suka berlama-lama menelpon" tetap bersedia bt mendengarkan keluh kesah saya. 1 jam 25 menit. Dia masih mau stress berteman dengan saya. maaf ya ^_^ "But u know that i'll always be there for u ;)"
Jauh sebelum saya mengetahui mas BEM menikah, jauh ketika saya sudah berdamai dengan perasaan saya terhadap mas BEM, saya mulai tertarik dengannya. Well, actually i did interest on him since the 1st time i knew him. Even though it's only trough blog. Dan, itu muncul kembali ketika saya mulai dekat dengannya melalui dunia maya. Tapi lagi2 dan ini sangat krusial + digaris-bawahi, he's unreachable. He's in love with someone else. AGAIN dD???!!!
Terlihat saya seperti membohongi diri sendiri dengan kesenangan semu ini. Tapi cinta, suka, sayang itu tidak bisa memilih. Muncul dengan adanya kebiasaan. Baiklah yang saya lakukan mungkin salah. Tapi saya sendiri juga yang akan menanggung resikonya. Karena saya memang sudah tahu dari awal bahwa ini tidak akan membawa ujung yang baik apabila saya mengakuinya. Soo..himitsu ne' ;)
Untuk sekarang saya hanya bisa mengatakan bahwa saya mengaguminya, menyayanginya, menghormatinya dan dia bisa membuat saya nyaman sekaligus galau. hehehe...
Well, screw me (yeah i know that). Hope that we will always be friends or even more in the future ^_^
Smoga aja dengan kesibukannya yang makin menggila sejak akhir tahun lalu membuat dia gk mampir ke blog ini. Ya kalaupun mampir dan membaca postingan ini, saya hanya bisa berdo'a smoga kita tetap seperti biasa. Dia tetap menganggap saya adalah temannya yang .... apa ya??? ^_^
Intermezo-nya tidak terlalu panjang kan, tida kseperti bapak Awan yang sanggup berlama2 dengan intermezo :p Baiklah kita mulai ngobrol ngalor ngidul aja kalo gituh. Toh ini blog milik saya. terserah dunk saya mau posting apa (mulai arogan -___-).
Jadi saya mengalami kegalauan pada tahun 2010. Mulai kembali berhubungan dengan kawan lama saya yang saya kenal dari blog. 5 Tahun sudah kita hampir hilang kontak tapi memulai kembali pertemanan dengan chat (thanx to my gadget), yah maklum aja selama kerja di JKT saya tidak memiliki akses mudah dengan internet (kasian amat dach ach). Dimana saya mulai bisa melupakan mas BEM, ingat kembali, dan sekarang menuju proses sampai HARUS MELUPAKAN untuk SELAMANYA!!!
Jadi mungkin bisa di lihat pada postingan sebelumnya bahwa saya menyukai seseorang dari masa lalu kuliah saya. Mas BEM. Saya selalu menganggap bahwa kita bisa setidaknya berteman tampaknya itu hanya omong kosong dan khayalan semata. Ketika saya berteman kembali dengan teman blog saya ini (sobat blog), saya sudah bisa melupakan mas BEM. Well, not 100% tough but good enough. Lalu sampai akhirnya saya melihat kabar itu. Dia menikah. Tidak ada air mata yang mengalir sebenarnya, tapi entah kenapa dada ini terasa sesak aja. Sedih, tapi bingung juga kenapa musti sedih? Apa karena saya tidak berjodoh dengan dia? hmmm...entahlah.
Yah pada intinya mah ketika saya sedih itu (ataupun senang) saya selalu berbagi dengan sobat blog saya ini. Hanya dengan mendengar suaranya saja itu sudah cukup membuat saya tenang. Convenience. That's what he said. Friends is someone who can make u convenience & always be there for u where-ever & whenever u needed. Saya pun bisa mencurahkan segala kekesalan saya, membahas masalah2, atau apapun juga. Mungkin berawal dari masalah yang kita miliki bersama pada awal perbincangan kita. Kenapa saya merasa dia bisa membuat saya nyaman? ya karena dia tidak ragu untuk mengatakan apa yang seharusnya dia katakan, bukan apa yang saya ingin dengarkan. Speak up just the way he is. Dia yang selalu mengatakan "saya bukan orang yang suka berlama-lama menelpon" tetap bersedia bt mendengarkan keluh kesah saya. 1 jam 25 menit. Dia masih mau stress berteman dengan saya. maaf ya ^_^ "But u know that i'll always be there for u ;)"
Jauh sebelum saya mengetahui mas BEM menikah, jauh ketika saya sudah berdamai dengan perasaan saya terhadap mas BEM, saya mulai tertarik dengannya. Well, actually i did interest on him since the 1st time i knew him. Even though it's only trough blog. Dan, itu muncul kembali ketika saya mulai dekat dengannya melalui dunia maya. Tapi lagi2 dan ini sangat krusial + digaris-bawahi, he's unreachable. He's in love with someone else. AGAIN dD???!!!
Terlihat saya seperti membohongi diri sendiri dengan kesenangan semu ini. Tapi cinta, suka, sayang itu tidak bisa memilih. Muncul dengan adanya kebiasaan. Baiklah yang saya lakukan mungkin salah. Tapi saya sendiri juga yang akan menanggung resikonya. Karena saya memang sudah tahu dari awal bahwa ini tidak akan membawa ujung yang baik apabila saya mengakuinya. Soo..himitsu ne' ;)
Untuk sekarang saya hanya bisa mengatakan bahwa saya mengaguminya, menyayanginya, menghormatinya dan dia bisa membuat saya nyaman sekaligus galau. hehehe...
Well, screw me (yeah i know that). Hope that we will always be friends or even more in the future ^_^
Smoga aja dengan kesibukannya yang makin menggila sejak akhir tahun lalu membuat dia gk mampir ke blog ini. Ya kalaupun mampir dan membaca postingan ini, saya hanya bisa berdo'a smoga kita tetap seperti biasa. Dia tetap menganggap saya adalah temannya yang .... apa ya??? ^_^
Monday, December 27, 2010
PENGALAMAN PERTAMA & SELAMANYA
Punya dari tahun 2006. Expire tahun 2011. Tak pernah digunakan. Yang pasti nyali kecil. Yang di rumah aja gk pernah mencoba lagi untuk dibawa.
Sampai akhirnya bersabar kali aja diberikan yang lebih mudah. Dan akhirnya setelah hampir 4 tahun menanti dan karena beberapa alasan, dibelikanlah.
Pengalaman pertama membawa hujan2. Wedew....Asa riwueh dengan cuaca dan gear-nya. Tapi ada yang nemenin. Hari kedua juga ada yang nemenin. Hari ketiga...keempat...kelima...Dan hari ini (Senin, 27 Desember 2010) PP sendiri.
Bismilah, mencoba gk buru2 (nekatz amat buru2), berdo'a, yakin bisa dan......goooooooooo
Smoga seterusnya aman & lebih dimudahkan & lebih lihai. Hahayyyy ^_^
Sampai akhirnya bersabar kali aja diberikan yang lebih mudah. Dan akhirnya setelah hampir 4 tahun menanti dan karena beberapa alasan, dibelikanlah.
Pengalaman pertama membawa hujan2. Wedew....Asa riwueh dengan cuaca dan gear-nya. Tapi ada yang nemenin. Hari kedua juga ada yang nemenin. Hari ketiga...keempat...kelima...Dan hari ini (Senin, 27 Desember 2010) PP sendiri.
Bismilah, mencoba gk buru2 (nekatz amat buru2), berdo'a, yakin bisa dan......goooooooooo
Smoga seterusnya aman & lebih dimudahkan & lebih lihai. Hahayyyy ^_^
Friday, December 10, 2010
CAN I FIGHT THIS FEELING?
Hampir setiap hari selama 8-9 bulan terakhir saya chat dg-ny. Awalnya biasa saja. Tapi hal yang biasa & menjadi kebiasaan, apabila hilang / tidak dilakukan maka menjadi hal tersendiri.
RINDU. KANGEN. Atau apalah sebutan2 lainnya.
Saya merindukan hal2 kecil yang dia lakukan terhadap Ym saya. Buzzing. Or just leave an offline PM in my YM. Or we do some chit chatty around 22pm. Yap. Saya merindukan moment tersebut. Kurang lebih hampir 5 hari sudah saya mencoba untuk tidak bergantung dg-ny. Tidak mengganggunya (toh dia tidak mengganggu saya). Tidak menelponnya (padahal mah pengen banget). Apalagi bertemu dengannya (jarak yg membuat segalanya agak sulit).
Alasan kenapa saya mencoba untuk tidak menggangunya adalah apa ya? Mungkin mengurangi sifat kebergantungan saya terhadapnya. Tentu saja konsekuensinya adalah saya kangen setengah mati. Tapi harus tetap bertahan. Yang menjadi pertanyaan adalah "salahkah saya apabila menelponnya suatu saat tak terduga nanti?"
Keinginan terbesar saya adalah menghabiskan waktu 1 hari penuh dengannya. Hanya dengannya. Saya selalu mengatakan sambil lalu "nanti temenin k sini y. Nanti temenin k situ y." Dan itu adalah untuk menghilangkan rasa penat saya terhadap segala kesibukan & hiruk pikuk rutinitas. Kenapa harus dengannya? Well, terinspirasi oleh dialog dalam film Definetaly Maybe "I never spent a whole day with a great guy". When I mean great guy, I mean is him.
Saya tahu hal ini sangatlah tidak mungkin. Karena berbagai alasan tentunya. Tapi mmmm....salahkah apabila saya memohon untuk ditemani traveling / hanya sekedar nongkrong meskipun kami berdua dalam diam. Terkadang kita dapat menemukan kenyamanan dalam diam. Aaaahhhh....kapan y saat2 itu dapat terealisasi? Keinginan saya adalah bertukar pikiran secara bertatap muka langsung dengannya. Karena dia pernah mengklaim dapat membaca karakter seseorang & dia memang pernah benjanji untuk mengatakan tentang saya.
We all human being have the same time. 24 hours a day. 7 days a week. Tapi faktor kesibukan, rutinitas, pekerjaan atau faktor X lah yang membuat beberapa hal tidak dapat dicapai. (Eh kayaknya agak ngelantur). Well, saya hanya ingin mengatakan "saya sangat merindukannya". Tapi saya harus bisa untuk perlahan-lahan tidak bergantung padanya. (Tapi bgmn kalau dia suka ketika saya bergantung padanya?)
Aaahh dD. Stop babbling & just admitted that u really trully deeply missed him ^_^
RINDU. KANGEN. Atau apalah sebutan2 lainnya.
Saya merindukan hal2 kecil yang dia lakukan terhadap Ym saya. Buzzing. Or just leave an offline PM in my YM. Or we do some chit chatty around 22pm. Yap. Saya merindukan moment tersebut. Kurang lebih hampir 5 hari sudah saya mencoba untuk tidak bergantung dg-ny. Tidak mengganggunya (toh dia tidak mengganggu saya). Tidak menelponnya (padahal mah pengen banget). Apalagi bertemu dengannya (jarak yg membuat segalanya agak sulit).
Alasan kenapa saya mencoba untuk tidak menggangunya adalah apa ya? Mungkin mengurangi sifat kebergantungan saya terhadapnya. Tentu saja konsekuensinya adalah saya kangen setengah mati. Tapi harus tetap bertahan. Yang menjadi pertanyaan adalah "salahkah saya apabila menelponnya suatu saat tak terduga nanti?"
Keinginan terbesar saya adalah menghabiskan waktu 1 hari penuh dengannya. Hanya dengannya. Saya selalu mengatakan sambil lalu "nanti temenin k sini y. Nanti temenin k situ y." Dan itu adalah untuk menghilangkan rasa penat saya terhadap segala kesibukan & hiruk pikuk rutinitas. Kenapa harus dengannya? Well, terinspirasi oleh dialog dalam film Definetaly Maybe "I never spent a whole day with a great guy". When I mean great guy, I mean is him.
Saya tahu hal ini sangatlah tidak mungkin. Karena berbagai alasan tentunya. Tapi mmmm....salahkah apabila saya memohon untuk ditemani traveling / hanya sekedar nongkrong meskipun kami berdua dalam diam. Terkadang kita dapat menemukan kenyamanan dalam diam. Aaaahhhh....kapan y saat2 itu dapat terealisasi? Keinginan saya adalah bertukar pikiran secara bertatap muka langsung dengannya. Karena dia pernah mengklaim dapat membaca karakter seseorang & dia memang pernah benjanji untuk mengatakan tentang saya.
We all human being have the same time. 24 hours a day. 7 days a week. Tapi faktor kesibukan, rutinitas, pekerjaan atau faktor X lah yang membuat beberapa hal tidak dapat dicapai. (Eh kayaknya agak ngelantur). Well, saya hanya ingin mengatakan "saya sangat merindukannya". Tapi saya harus bisa untuk perlahan-lahan tidak bergantung padanya. (Tapi bgmn kalau dia suka ketika saya bergantung padanya?)
Aaahh dD. Stop babbling & just admitted that u really trully deeply missed him ^_^
Friday, November 12, 2010
LIKE THIS SONG AFTER ACCOMPANYING HIM (thanx for the 5 hours road)
THE SCRIPT

BREAKEVEN
I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
'Cause I got time while she got freedom
'Cause when a heart breaks, no it don't breakeven
Her best days will be some of my worst
She finally met a man that's gonna put her first
While I'm wide awake she's no trouble sleeping
'Cause when a heart breaks, no it don't breakeven, even, no
What am I suppose to do
When the best part of me was always you and
What am I suppose to say
When I'm all choked up and you're okay
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
They say bad things happen for a reason
But no wise words gonna stop the bleeding
'Cause she's moved on while I'm still grieving
And when a heart breaks, no it don't breakeven, even, no
What am I gonna do
When the best part of me was always you
And what am I suppose to say
When I'm all choked up and you're okay
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
(One's still in love while the other one's leaving)
I'm falling to pieces
('Cause when a heart breaks, no it don't breakeven)
You got his heart and my heart and none of the pain
You took your suitcase, I took the blame
Now I'm tryna make sense of what little remains, oh
'Cause you left me with no love and no love to my name
I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
'Cause I got time while she got freedom
'Cause when a heart breaks, no it don't break
No it don't break, no it don't breakeven, no
What am I gonna do
When the best part of me was always you
And what am I supposed to say
When I'm all choked up and you're okay
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
(One's still in love while the other one's leaving)
I'm falling to pieces
('Cause when a heart breaks, no it don't breakeven)
Oh, it don't breakeven, no
Oh, it don't breakeven, no
Oh, it don't breakeven, no
*my post :
before listened to this song, i was listened to The Man Who Can't Be Moved 1st. Up until then, i'm still in love with 2ndhand Serenade. Nice hear to sing or just humming. Yet...after that 5 hours road with him (thanx for accepting me to your long traffic midnight road, well...I did force you 1st hehehe :p), i'm becoming in love with The Script. Now whole their songs is in my blackberry.
I always dreaming that someday there's a man who looks like the description of The Man Who Can't Be Moved whose waiting for me, yet the situation now kindda awkward. Now, if am the man, it's looks like this song. hahaha....he' he' he' hope not. Oh please please please NOT.
Sooo....just enjoy the song then ^_^

BREAKEVEN
I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
'Cause I got time while she got freedom
'Cause when a heart breaks, no it don't breakeven
Her best days will be some of my worst
She finally met a man that's gonna put her first
While I'm wide awake she's no trouble sleeping
'Cause when a heart breaks, no it don't breakeven, even, no
What am I suppose to do
When the best part of me was always you and
What am I suppose to say
When I'm all choked up and you're okay
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
They say bad things happen for a reason
But no wise words gonna stop the bleeding
'Cause she's moved on while I'm still grieving
And when a heart breaks, no it don't breakeven, even, no
What am I gonna do
When the best part of me was always you
And what am I suppose to say
When I'm all choked up and you're okay
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
(One's still in love while the other one's leaving)
I'm falling to pieces
('Cause when a heart breaks, no it don't breakeven)
You got his heart and my heart and none of the pain
You took your suitcase, I took the blame
Now I'm tryna make sense of what little remains, oh
'Cause you left me with no love and no love to my name
I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
'Cause I got time while she got freedom
'Cause when a heart breaks, no it don't break
No it don't break, no it don't breakeven, no
What am I gonna do
When the best part of me was always you
And what am I supposed to say
When I'm all choked up and you're okay
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
(One's still in love while the other one's leaving)
I'm falling to pieces
('Cause when a heart breaks, no it don't breakeven)
Oh, it don't breakeven, no
Oh, it don't breakeven, no
Oh, it don't breakeven, no
*my post :
before listened to this song, i was listened to The Man Who Can't Be Moved 1st. Up until then, i'm still in love with 2ndhand Serenade. Nice hear to sing or just humming. Yet...after that 5 hours road with him (thanx for accepting me to your long traffic midnight road, well...I did force you 1st hehehe :p), i'm becoming in love with The Script. Now whole their songs is in my blackberry.
I always dreaming that someday there's a man who looks like the description of The Man Who Can't Be Moved whose waiting for me, yet the situation now kindda awkward. Now, if am the man, it's looks like this song. hahaha....he' he' he' hope not. Oh please please please NOT.
Sooo....just enjoy the song then ^_^
SEHAT ITU MAHAL CHEU
Yap yap yap....Sehat itu mahal sodara-sodara. Maka, bersyukurlah kalian yang masih diberi nikmat sehat.
Ketika pekerjaan tidak se-hektik sekarang, saya selalu bertanya-tanya kapan saya akan sakit karena memang biasanya saya bisa tepar dalam 2 sampai 3 kali dalam 1 tahun. Dan ternyata waktu yang saya tunggu-tunggu itu datang juga.
Tapi seperti yang sudah saya perkirakan, memang kita tidak dapat memilih waktunya. Kapan dan dimana saja dia akan datang secepat dan sesuka hati. Dan sakit itu datang ketika saya sedang sangat-sangat hektik. Bukan saja laporan akhir tahun, bukan saja laporan tak terduga, tapi semuanya.
Saya sudah merasa bahwa saya sudah melakukan segalanya dengan benar. Makan dengan teratur. Tidur tidak terlalu larut. Kerja maksimal tapi tidak harus sampai lembur. *sighs
Ini saya baru bekerja seperti itu. Tidak kebayang teman-teman saya yang lain. Para lawyer di B&P, SNP, Planner di KemenPU, Bappenas, Dinas PU. Mereka bahkan bisa dikatakan kerja hampir 24jam. Apalagi teman saya yang paling saya sayangi. Tampaknya ketika saya posting tulisan ini pun dia masih bekerja. Well, karena saya tidak dapat membantu, saya do'akan saja semoga pekerjaannya cepat selesai. Dapat bernapas dengan lega. Tidak senewen lagi (emang dia senewen ya?). Tidak sampai sakit seperti saya.
Yah, saya tidak dapat memberikan tips & trik di sini untuk menjaga kesehatan itu seperti apa, toh saya yang sudah berusaha keras menjaganya tetap saja kena. Kalau kata kang Diman "ya, emang sudah takdirnya Di". Meski saya adalah staff Dinas Kesehatan, tpi saya bukanlah manusia super. Saya hanya manusia biasa yang tentu tidak luput dari serangan virus dan bakteri (ini bukan berarti saya hidup jorok lho). Yah, pokoknya PHBS sudah saya terapkan, tpi emang udah takdirnya ajah. Hehehe...
Aaahhh stop babbling dD (just like what Awan said), just take some rest.
Ketika pekerjaan tidak se-hektik sekarang, saya selalu bertanya-tanya kapan saya akan sakit karena memang biasanya saya bisa tepar dalam 2 sampai 3 kali dalam 1 tahun. Dan ternyata waktu yang saya tunggu-tunggu itu datang juga.
Tapi seperti yang sudah saya perkirakan, memang kita tidak dapat memilih waktunya. Kapan dan dimana saja dia akan datang secepat dan sesuka hati. Dan sakit itu datang ketika saya sedang sangat-sangat hektik. Bukan saja laporan akhir tahun, bukan saja laporan tak terduga, tapi semuanya.
Saya sudah merasa bahwa saya sudah melakukan segalanya dengan benar. Makan dengan teratur. Tidur tidak terlalu larut. Kerja maksimal tapi tidak harus sampai lembur. *sighs
Ini saya baru bekerja seperti itu. Tidak kebayang teman-teman saya yang lain. Para lawyer di B&P, SNP, Planner di KemenPU, Bappenas, Dinas PU. Mereka bahkan bisa dikatakan kerja hampir 24jam. Apalagi teman saya yang paling saya sayangi. Tampaknya ketika saya posting tulisan ini pun dia masih bekerja. Well, karena saya tidak dapat membantu, saya do'akan saja semoga pekerjaannya cepat selesai. Dapat bernapas dengan lega. Tidak senewen lagi (emang dia senewen ya?). Tidak sampai sakit seperti saya.
Yah, saya tidak dapat memberikan tips & trik di sini untuk menjaga kesehatan itu seperti apa, toh saya yang sudah berusaha keras menjaganya tetap saja kena. Kalau kata kang Diman "ya, emang sudah takdirnya Di". Meski saya adalah staff Dinas Kesehatan, tpi saya bukanlah manusia super. Saya hanya manusia biasa yang tentu tidak luput dari serangan virus dan bakteri (ini bukan berarti saya hidup jorok lho). Yah, pokoknya PHBS sudah saya terapkan, tpi emang udah takdirnya ajah. Hehehe...
Aaahhh stop babbling dD (just like what Awan said), just take some rest.
Tuesday, November 02, 2010
LIFE IS LIKE A ROLLER COASTER RIDE

Life is like a roller coaster ride. Sometimes you in the bottom, other time you'll be on top, yet you'll be on the bottom again. And it's keeps continuing untill yor life is end.
That's picture i got from gooleing (thanx a lot mbah Google) and why i took that? Because it's exactly like what my life is right now. My head is up and down. My life is like riding a roller coaster. I'm in top but my head is looks like gonna falling. What an odd and absurd description.
Well, I guess I just have to enjoy my ride here. And believe that this ride is by ALLOH's will and I'll be safe on the right time.
Yoshya........
Thursday, August 12, 2010
I CAN FIGHT THIS FEELING. WELL, I WAS. HOPE CAN DO IT AGAIN THIS TIME!!!
Dulu...duluuuuu sekali. Jauh sebelum saya membuat blog ini, saya pernah merasakan yang namanya patah hati. Keadaan di mana saya bisa mengendalikannya meski dalam waktu yang lama. 1tahun adalah waktu saya untuk melupakannya. Dan berharap tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. TIDAK AKAN PERNAH!!!
Saat itu situasinya kami saling tertarik. Dan setelah 3bulan ternyata dia tidak mau melanjutkan hubungan kami. Meski tidak pernah ada kata "jadian" dan "putus" tapi saat itu saya merasa kalah, merana, ditinggalkan, ditolak, pokoknya semuanya campur aduk. Salah seorang sahabat pernah mengatakan bahwa cara termudah untuk mengobati rasa sakit hati dan melupakan segala sesuatu yg berhubungan dengannya adalah "MENGHAPUS SEMUA AKSES YANG MENGHUBUNGKAN DENGANNYA".
I did it. It works. Meski membutuhkan waktu lama. Yah saya berjuang lah. Hapuskan semua no telponnya, semua hal2 yang berhubungan dengannya. Jangan pernah mengingat2 tentangnya. Hapus smua sms yang pernah saya simpan darinya. Pokoknya HILANGKAN semuanya. Ekstrem? Benar. Tapi ini memang harus saya lakukan.
Lalu muncul lelaki ke-2. Yang ini lebih ke arah idola. Saya hanya sekedar teman (less friend kalu kata Nova) baginya. Tapi lama-kelamaan saya menyukainya. Tapi kalau kata teman saya di kantor, perasaan saya ini hanya sekedar rasa kagum penggemar terhadap idolanya. Hmm...mungkin juga. Setelah berkonsultasi dikit (gk usahlah banyak2) dengan Ncing-nya cwo ini saya berkomitmen merelakannya. Toh memang tidak akan pernah ada masa depan saya dengannya baik sebagai pendamping maupun sebagai teman. Sok high class sekali dia! Well...entahlah. Saya hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk mas BEM saya ini ^_^
Sebenarnya masih banyak pengalaman2 cinta yang tak tersampaikan yang saya alami ini. Kalian bsa melihatnya dari beberapa postingan saya tahun2 sebelumnya atau awal2 tahun pertama saya nge-blog. Kalau kata Raditya Dika "CINTA DIAM-DIAM" atau istilah lainnya "CINTA TAK TERBALAS".
Hahayy...memang itulah semua kisah cinta saya. Boleh percaya boleh tidak tapi itu kenyataan. Saya hanya lebih sering (selalu) berada pada posisi ditolak. Kalah sebelum bertanding. Tak pernah 1X pun saya pacaran. Jadi jangan heran...
Dan sekarang saya berada pada posisi dilematis, ababil (kalau kata Awan), stress berat. Apabila pertanyaan hanya dari pihak ortu yang terkadang secara sambil lalu menanyakan "mana cwo-nya? Mana calonnya? Kapan nikahnya? Emangnya kamu gk mau nikah ya?" Itu sich saya masih kebal. Tapi kalau pertanyaan2 tersebut ditanyakan oleh saudara2 saya. Tante2, om2, nenek2, kakek2, teman2, rekan2 kerja, bos2 saya....lama2 saya bsa gila. Sekarang saya kegilaan itu sudah pada tingkatan stadium 2. Belum lagi melihat wajah ortu yang kian kusut setiap saya mendapatkan undangan, atau mereka mendapat undangan, atau adik saya mendapatkan undangan. Ya TUHAN (sambil mengelus2 dada).
Setiap saya mencoba memberikan alasan logis mereka menerima. Bahkan tidak jarang saya bersungguh2 meminta untuk dikenalkan dengan seseorang. Tapi apa jawab mereka "Masa' ginian aja minta dicariin. Kamu lah yang harus berusaha sendiri." Atau dikesempatan lain salah 1 diantara mereka mengatakan "Kamu sich galak. Gak ada yang mau ama kamu kan jadinya." Ehek...heh...huahahahahahahaa.....(Menertawakan nasib sendiri).
Marah? Tentu saja saya marah. Marah dengan ketidakadilan. Marah dengan semua pertanyaan2. Marah dengan semua pojokan2. Iri dengan keberhasilan seseorang atau semua teman yang dapat dengan mudahnya melakukan hal tersebut. Rasa iri tentu saja ada. Siapa yang tidak iri melihat teman2 sebaya saya sudah menikah. Memiliki anak bahkan ada yang 2. Membina rumah tangga dengan suaminya. Hidup rasanya indah untuk mereka. Apalagi di kantor dengan keadaan hanya saya yang belum menikah. Saya hanya bisa mendengarkan kisah2 kehidupan rumah tangga mereka. Dan kian hari dada ini serasa makin sesak. Nafas ini kian hari kian tercekat. Selain masalah ini, masalah kesehatan ayahanda tercinta, keluarga & teman yang sudah mengecewakan juga membuat saya makin stress. Hanya pekerjaan saja yang bisa mengobati luka hati ini. Tetapi masalahnya, pekerjaan saya tidak selalu padat. Cenderung lengang. Atau juga ada beberapa waktu kosong. Kalau disuruh kerja 24jam nonstop, mungkin akan saya terima demi mengobati rasa stress ini.
Lalu sekarang perasaan tercekat & selalu ingin menangis (takut kehilangan) itu seperti muncul lagi. Saya menyayangi seseorang yang jauh di luar jangkauan & tidak akan pernah bisa bersama. dD...why again this time? Gak ada habis2nya kisah nelangsa kamu yaaahh. Ck ck ck....
Yah pokoknya saya hanya bsa mengatakan bahwa saya menghormatinya & menyayanginya. Meskipun saya tahu tidak akan pernah ada masa depan saya dengannya dan saya sudah selalu mengingatkan diri saya untuk step forward & leave him behind atau melakukan cara Abbas tadi, tpi saya rasa saya tidak bisa. Atau belum bisa??? Hmm...Well, saya hanya berharap kita bisa berteman. Dia tidak menjauh dari saya. Dia tetap menganggap saya temannya (best/good???) Dan saya akan selalu menganggapnya Bestfriend.
There...I've said that. Toh dia gk bakalan baca postingan saya ini. Hehehe...
Thanx for being my friend & thanx for our friendship ^_^
Saat itu situasinya kami saling tertarik. Dan setelah 3bulan ternyata dia tidak mau melanjutkan hubungan kami. Meski tidak pernah ada kata "jadian" dan "putus" tapi saat itu saya merasa kalah, merana, ditinggalkan, ditolak, pokoknya semuanya campur aduk. Salah seorang sahabat pernah mengatakan bahwa cara termudah untuk mengobati rasa sakit hati dan melupakan segala sesuatu yg berhubungan dengannya adalah "MENGHAPUS SEMUA AKSES YANG MENGHUBUNGKAN DENGANNYA".
I did it. It works. Meski membutuhkan waktu lama. Yah saya berjuang lah. Hapuskan semua no telponnya, semua hal2 yang berhubungan dengannya. Jangan pernah mengingat2 tentangnya. Hapus smua sms yang pernah saya simpan darinya. Pokoknya HILANGKAN semuanya. Ekstrem? Benar. Tapi ini memang harus saya lakukan.
Lalu muncul lelaki ke-2. Yang ini lebih ke arah idola. Saya hanya sekedar teman (less friend kalu kata Nova) baginya. Tapi lama-kelamaan saya menyukainya. Tapi kalau kata teman saya di kantor, perasaan saya ini hanya sekedar rasa kagum penggemar terhadap idolanya. Hmm...mungkin juga. Setelah berkonsultasi dikit (gk usahlah banyak2) dengan Ncing-nya cwo ini saya berkomitmen merelakannya. Toh memang tidak akan pernah ada masa depan saya dengannya baik sebagai pendamping maupun sebagai teman. Sok high class sekali dia! Well...entahlah. Saya hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk mas BEM saya ini ^_^
Sebenarnya masih banyak pengalaman2 cinta yang tak tersampaikan yang saya alami ini. Kalian bsa melihatnya dari beberapa postingan saya tahun2 sebelumnya atau awal2 tahun pertama saya nge-blog. Kalau kata Raditya Dika "CINTA DIAM-DIAM" atau istilah lainnya "CINTA TAK TERBALAS".
Hahayy...memang itulah semua kisah cinta saya. Boleh percaya boleh tidak tapi itu kenyataan. Saya hanya lebih sering (selalu) berada pada posisi ditolak. Kalah sebelum bertanding. Tak pernah 1X pun saya pacaran. Jadi jangan heran...
Dan sekarang saya berada pada posisi dilematis, ababil (kalau kata Awan), stress berat. Apabila pertanyaan hanya dari pihak ortu yang terkadang secara sambil lalu menanyakan "mana cwo-nya? Mana calonnya? Kapan nikahnya? Emangnya kamu gk mau nikah ya?" Itu sich saya masih kebal. Tapi kalau pertanyaan2 tersebut ditanyakan oleh saudara2 saya. Tante2, om2, nenek2, kakek2, teman2, rekan2 kerja, bos2 saya....lama2 saya bsa gila. Sekarang saya kegilaan itu sudah pada tingkatan stadium 2. Belum lagi melihat wajah ortu yang kian kusut setiap saya mendapatkan undangan, atau mereka mendapat undangan, atau adik saya mendapatkan undangan. Ya TUHAN (sambil mengelus2 dada).
Setiap saya mencoba memberikan alasan logis mereka menerima. Bahkan tidak jarang saya bersungguh2 meminta untuk dikenalkan dengan seseorang. Tapi apa jawab mereka "Masa' ginian aja minta dicariin. Kamu lah yang harus berusaha sendiri." Atau dikesempatan lain salah 1 diantara mereka mengatakan "Kamu sich galak. Gak ada yang mau ama kamu kan jadinya." Ehek...heh...huahahahahahahaa.....(Menertawakan nasib sendiri).
Marah? Tentu saja saya marah. Marah dengan ketidakadilan. Marah dengan semua pertanyaan2. Marah dengan semua pojokan2. Iri dengan keberhasilan seseorang atau semua teman yang dapat dengan mudahnya melakukan hal tersebut. Rasa iri tentu saja ada. Siapa yang tidak iri melihat teman2 sebaya saya sudah menikah. Memiliki anak bahkan ada yang 2. Membina rumah tangga dengan suaminya. Hidup rasanya indah untuk mereka. Apalagi di kantor dengan keadaan hanya saya yang belum menikah. Saya hanya bisa mendengarkan kisah2 kehidupan rumah tangga mereka. Dan kian hari dada ini serasa makin sesak. Nafas ini kian hari kian tercekat. Selain masalah ini, masalah kesehatan ayahanda tercinta, keluarga & teman yang sudah mengecewakan juga membuat saya makin stress. Hanya pekerjaan saja yang bisa mengobati luka hati ini. Tetapi masalahnya, pekerjaan saya tidak selalu padat. Cenderung lengang. Atau juga ada beberapa waktu kosong. Kalau disuruh kerja 24jam nonstop, mungkin akan saya terima demi mengobati rasa stress ini.
Lalu sekarang perasaan tercekat & selalu ingin menangis (takut kehilangan) itu seperti muncul lagi. Saya menyayangi seseorang yang jauh di luar jangkauan & tidak akan pernah bisa bersama. dD...why again this time? Gak ada habis2nya kisah nelangsa kamu yaaahh. Ck ck ck....
Yah pokoknya saya hanya bsa mengatakan bahwa saya menghormatinya & menyayanginya. Meskipun saya tahu tidak akan pernah ada masa depan saya dengannya dan saya sudah selalu mengingatkan diri saya untuk step forward & leave him behind atau melakukan cara Abbas tadi, tpi saya rasa saya tidak bisa. Atau belum bisa??? Hmm...Well, saya hanya berharap kita bisa berteman. Dia tidak menjauh dari saya. Dia tetap menganggap saya temannya (best/good???) Dan saya akan selalu menganggapnya Bestfriend.
There...I've said that. Toh dia gk bakalan baca postingan saya ini. Hehehe...
Thanx for being my friend & thanx for our friendship ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)