Monday, August 10, 2015

PERJALANAN KE-ENAM (SINGAPURA pelarian di kala stress tesis)

Edan lagi kali ini saya. Tesis dari Juli 2013 sampai dengan September 2013 belum ada kemajuan. Awalnya menggembirakan karena dosen saya antusias dengan fenomena yang saya tampilkan. Topik yang saya usung menarik minatnya. Tetapi tidak seperti anak S1 yang dibimbing pelan-pelan satu persatu, bagi kami mahasiswa S2 harus mencari sendiri. Saya mulai perlahan tapi pasti. Pokoknya saya harus lulus Desember 2013 karena Maret 2014 saya harus masuk kantor lagi. Tetapi setiap bulan saya mengajukan progress, tampak terlihat harus memulai dari 0 atau 1 lagi untuk mencapai titik 10 (skala 0 – 10).


Di antara keripuhan beberapa papper tugas semester 3, tesis, dan rencana seminar di UK (cerita selengkapnya di postingan selanjutnya), tergoda saya browsing tiket murah. Ternyata ada tawaran cukup menarik di bulan Oktober 2014. Perjalanan ke Singapura tanggal 23-26 Oktober tiketnya cukup bersahabat padahal saya baru browsing itu akhir September. Lalu sekarang mencari who’s my partner in crime?


Kalau pergi sama tante saya lagi gak mungkin karena kami sudah pernah ke Singapura tahun sebelumnya. Akhirnya saya merayu adik sepupu saya, Sheilla. Doski sangat antusias ternyata dan menyetujui untuk bergabung dalam perjalanan ini. Asyiknya lagi perjalanan ke Singapura sekarang saya bisa menikmati Universal Studio karena budget pertama kali ke Singapura tidak ada untuk ke amusement park.


Kami realisasikan booking tanggal 3 Oktober 2013. Kami rahasiakan dari sepupu-sepupu yang lainnya, bahkan dari Bilo, tante saya yang pergi bareng ke Malaysia. Hahahaha….. Biar surprise aja sih. Lalu akhirnya saya cari-cari penginapan. Hostel ajalah biar hemat. Tempat yang dulu pernah saya datangi bersama tante saya, The Hive, masih tentatif karena penuh. Tetapi saya booking tentunya, daripada gak dapet kamar. Setelah browsing, ternyata ada hostel yang berdekatan dengan The Hive dan harganya lumayan lebih hemat. Namanya Gap Year Hostel. Tentu saya langsung booking.


Satu minggu sebelum berangkat, akhirnya saya bilang ke calon istrinya adik saya (sekarang sudah menjadi istri) bahwa saya dan Sheilla akan ke Singapura. Ternyata dia mau ikut juga. Lalu adik saya mau ikut juga. Lalu Dhio (yang ikut ke Malaysia) mau nimbrung juga. Haiyaaahhh….pusing saya @____@ Bukan apa-apa. Karena saya berpengalaman (bukan sombong) dan saya paling tua, jadi tentu mereka mengandalkan saya untuk urusan segalanya. SEGALANYA!


Ya sudahlah. Berhubung sudah mepet, tentu harga tiket berbeda. Dan itu konsekuensi mereka. Jadi mereka harus mau beli berapapun harganya. In my defence, mereka maunya satu pesawat dengan saya. Masalah hostel, saya coba Tanya ke Gap Year Alhamdulillah bisa dicancel untuk private room for 2 yang sudah saya booking sebelumnya. Dan sebagai gantinya, Alhamdulillah kami dapat kamar untuk ber-5. Tetapi ternyata kamarnya dibayar per-person dan kamar mereka tidak ada yang ganjil. Adanya untuk ber-2, ber-6, atau ber-10. Kembali urusan negosiasi saya yang lakukan dan kami dapat discount dengan hanya membayar 5 orang tetapi boleh menggunakan kamar ber-6 sepenuhnya. Jadi tidak akan ada 1 orang asing yang masuk. Yeaaaayyyy ^__^


                                         Penampilan lobby GapYear Hostel
 
                                          
                                          Our room
 


Berangkatlah kami dengan pesawat paling pagi. Sampai di Changi jam 10 waktu setempat dan langsung popotoan dululah. Ahaahahaha….

                                                  Landing
 

                                          Makan dululah. Laper euy

Sesampainya di Changi tujuan pertama adalah MRT Ticket Cunter. Ternyata tiket MRT untuk turis itu tidak ada yang untuk 4 hari. Jadi kami beli yang 3 hari dengan deposit. Begitu hari ketiga berakhir, kami kembalikan tiketnya (ambil depositnya) dan beli tiket sekali jalan aja tiap menggunakan fasilitas MRT.
 
                                         Gaya dulu sambil nunggu MRT
 

                                                       Gaya juga ah di dalem MRT

Hari pertama kami habiskan di sekitaran Gap Year, Little India dan landmark Singapura yaitu ke patung kepala singa yang muncratin air. Hehehe….



 
 
 


Hari kedua kami habiskan sepenuhnya di Sentosa Island tepatnya di Universal Studio Singapore (USS). Berhubung pasukannya anak muda makanya asik juga ngajak jalan ke amusement park. Karena kami sudah beli tiket di Gap Year, dapet harga murah lagi, jadinya kami tak perlu antri panjang untuk masuk ke USS. Permainan pertama adalah Transformer dan wooooo…..asiknya gak ngantri. Mungkin karena bukan bulannya liburan anak sekolah. Dan ini permainan bener-bener T.O.P B.G.T!!!



 
 


Sore menjelang maghrib kami keluar dari USS lanjut ke S.O.S alias Song of the Sea. Tahun sebelumnya saya juga ke sana tapi beli tiket VIP seat. Sekarang tidak lagi karena ternyata sama aja duduk dimanapun.



Hari ketiga mencari oleh-oleh. Dari mulai Chinatown, Bugis Area, sampe Orchard Road kami jambangi. Dan kalau bawa cewe lebih dari satu beserta cowo early adult itu acara jajan belanjanya makin lama. Bayangkan, dari jam 10 pagi hingga 10 malem ya cuma jalan jajan. Hahahaha…..


 


Hari keempat sambil menunggu pesawat, ternyata masih ada yang belum puas belanja alias bingung mau kemana. Akhirnya kami ke Orchard road lagi. Kali ini gak terlalu lama karena harus mengejar pesawat sore.




Well, perjalanan kali ini sedikit membuat saya lupa akan tesis. Tapi ketika saya kembali ,tentu saya harus menghadapi kenyataan bahwa saya sudah menunda sesuatu. Hal tersebut harus saya selesaikan. Kembali stress deh. Ahahahahaha………..



NB : ke Singapura cukup 3hari aja. Terlalu lama bosen, terlalu sebentar banyak tempat yang tidak terkunjungi.

PERJALANAN KE LIMA (lagi-lagi ke MALAYSIA)



Kenapa harus Malaysia?

Saya pertama kali punya passport tahun 2010 karena waktu itu mau ziarah ke makan om saya di Malaysia. Ada 2 om saya dari pihak mama yang menetap di sana. Menikah dan memiliki anak sehingga akhirnya tinggal di sana, jadi sepupu saya banyak di Malaysia.

Tetapi ternyata perjalanan pertama saya adalah ke Arab :-p

Perjalanan kedua kan ke Malaysia? Lalu kenapa sekarang ke Malaysia lagi? Ya karena salah satu adik sepupu saya di sana, Icha, menikah Februari 2013, jadi saya ke Malaysia lagi menjenguk dia. Selain itu, kepengenannya sih tiap tahun bisa jalan-jalan ke LN. Ahahaha….:-p (belagu banget yee…)

Perjalanan kali ini sangat singkat. Tanggal 2 Februari 2013 dengan pesawat malam dari Soeta – Tangerang menuju KLIA – Malaysia. Kali ini kami berempat. Saya, dua adik sepupu (Sheilla dan Dhio) dan satu tante saya (Bilo) teman perjalanan ke Singapura tahun 2012 yang lalu. Sebelum perjalanan, tentu saya menanyakan siapa yang akan menjemput kami di KLIA karena jam 23.00 waktu setempat kami tiba. Dan kalau harus menggunakan taksi, cukup besar biaya yang kami keluarkan karena ada perbedaan tarif taksi antara malam dan siang. Malam lebih mahal dan yaaa…kami merasa tidak aman aja. Akhirnya salah dua temennya Icha yang dulu juga pernah berkunjung ke rumah saya di Indonesia yang datang menjemput.

Masalah selanjutnya adalah tempat tinggal. Dimana kami tinggal? Kami berempat tidak mungkin tinggal di apartement Icha yang sudah dipenuhi oleh 8 orang anggota keluarga inti mereka. Beruntung Icha bekerja di sebuah apartemen di tengah kota. Dekat dengan KLCC dan apartemennya dapat disewakan bak hotel permalam. Jadilah kami berenam, 4 rombongan dari Indonesia dan 2 teman Icha (Zatty dan Yummi) yang menjemput kami di bandara, menginap di apartemen tempat Icha bekerja. Beruntung pula kami dapat rate pegawai jadi cukup murah kami menginap.

                                     Poto-poto dulu sambil nunggu jemputan. 
                                     
                                     Jam 00.15 masih aja eksis


Pukul 01.00 waktu setempat kami tiba di apartemen. Bebersih dulu lalu berusaha tidur meski sulit. Jam 06.00 harus berangkat lagi karena Icha menikah di negara bagian Klang. Cukup jauh perjalanan dari KL ke Klang. Sekitar 2 jam. Benar-benar perjalanan singkat.

                                     Sarapan dulu
 
Mengunjungi keluarga inti Icha dulu di apartemennya di pinggiran kota KL untuk kemudian konvoy mobil ke Klang. Ternyata Icha menikah di area rumah mempelai pria. Mereka menikah di gedung pertemuan yang lokasinya di masjid dekat rumah mempelai pria.

                                          Bersama mempelai wanita (Icha)

Yang unik dari pernikahan ala Malaysia, adalah pelaminan berupa meja panjang yang dipenuhi makanan. Dimana kursi-kursi diisi oleh mempelai pengantin, para orang tua kedua mempelai, dan saudara-saudara inti. Dan karena kami berempat tamu dari jauh, kami mendapat kehormatan duduk semeja dengan mempelai dan keluarga inti mereka. Aheeyyy ^__^ Karena acaranya siang, jadi suguhan makanannya cocoklah  untuk perut saya yang sudah keroncongan lagi. Nasi lemak tadi pagi tidak cukup nendang rupanya. Oh iya, para tetamu juga disediakan meja bulat dan kursi-kursi yang mengelilinginya. Para tetamu setelah memberi selamat kepada kedua pengantin, yaaa….mereka duduk di kursi dan makan dengan tenang, TIDAK BERDIRI. Sangat Islami. Tidak seperti di Indonesia dimana kebanyakan adatnya tidak Islami padahal sebagian besar penduduknya muslim. 

                                                       cem anggota kerajaan je'

                                          Bersama kedua mempelai                                        

Hari sudah semakin sore dan kami undur diri karena tentu saja kami harus packinguntuk pulang besok dan yaaa jalan-jalan menikmati KL di malam harilah. 

                                          Mamam es serut

                                         Beli oleh-oleh

                                         Akhirnya nemu seafood yang endang markonah


Hari terakhir di Malaysia, sebelum pamit ke om saya (ayah Icha) kami berempat menikmati pagi dulu di downtown KL. Jalan-jalan di tengah kota, diantara gedung-gedung pencakar langit KL. Yaa… foto-foto lagi tentunya. hehehe....

                                                 Jalan-jalan di pagi hari

                                         Bersama keluarga "besar"


                                         Hutan di tengah kota

Selepas sarapan di apartemen om saya, kami lanjutkan perjalanan ke Putrajaya. Saya kembali menikmati jalan-jalan di kota kecil, kota pusat pemerintahan kerajaan Malaysia. Sambil mampir di mall setempat beli oleh-oleh lagi setelah kemarin sore beli oleh-oleh yang tampaknya kurang. Hahahaha…..

                                        tampilan  Masjid Raya Putrajaya



                                         Jajan coklat dulu

Akhirnya dengan pesawat malam kami pulang ke tanah air dan perjalanan saya masih jauh lagi karena masih harus melanjutkan ke Bandung. Besoknya kuliah euy (back to reality). Thanx to Icha yang sudah membooking apartemen dengan harga hemat, Zatty dan Yummi yang sudah menemani kami selama kami di KL, dan seluruh keluarga di KL.

See you on the next trip ^__^

I’m BACK



Tak  terasa hampir 2 tahun hiatus. Banyak sarang laba-labanya ini rumah. Maafkan tuanmu yang tidak pernah mengurusmu. Padahal postingan terakhir (Desember, 2013) niatnya memicu diri sendiri untuk menulis, tapi apa daya…urusan lain dan berbagai permasalahan (jiaaahhh...gaya beut) menghalau semua keinginan menulis. Writer’s block lagi deh jadinya.

Baiklah…bismillahirrohmanirrohiim. Mari saya mulai saja, tentu pada postingan selanjutnya. Biar dikira, “wow…banyak juga tulisannya sekali posting”. Padahal mah udah nulis duluan trus dikumpulin, baru deh diposting. Huehehehehe…

So…selamat membaca pemirsa yang budiman ^__^