Monday, June 23, 2008

FORBIDDEN LOVE (part. 2)

Meyambung postingan sebelumnya tentang seseorang yang sedang gw sukai saat ini. Adakalanya gw bingung menghadapi perasaan ini. Gw yang biasanya bisa mengendalikan diri tapi entah kenapa klu berurusan dengan yang namanya suka / cinta kok jadi bertindak bodoh. Atau memang itu yang dihadapi semua orang?

Gw tahu ini semua tidak akan mungkin ada kelanjutannya. Dia berada di dunianya dan gw dengan prinsip dan dunia gw sendiri. Yang menyamakan gw ama dia mungkin hanya kita sama2 tinggal di Indonesia, bernapas dengan udara yang sama & parahnya bagi gw adalah dia kerja di temapt yang sama dengan gw.

Hal ini gw dulu pernah mengalaminya. Kejadiannya waktu gw kelas 2 smu. Dia sudah menikah sekarang dengan orang yang berbeda dengan yang dia pacari saat kelas 2 smu. Gw bisa menghilangkan kenangan akan rasa suka gw ke dia karena mungkin saat kelas 3 gw suka sama orang lain. Meskipun ketika kelas 2 tersebut gw harus berkutat dengan dia di organisasi yang sama tapi entah kenapa lambat laun gw bisa menguasai perasaan cemburu gw ke dia ataupun cwe-nya yang notabene juga satu organisasi. Sekarang kita semua berteman baik. Sangat baik malah.

Umumnya gw bisa menghilangkan memori akan orang yang gw sukai apabila gw jauh dari dia atau klu gw punya pengalih cwo lain. Keadaan sekarang yang bikin gw berat adalah intensitas seringnya gw bertemu dengan dia. Terkadang klu mood-nya dia lagi jelek, sangat sebel gw ama dia. Bahkan gw sampai takut dan menganggap dia sangat membenci gw sampai tidak akan pernah mau bicara ama gw lagi. Seperti kejadian Jum’at 20June’08 malam kemaren. Hal tersebut sampai membuat kepala gw pusing memikirkan apa yang akan terjadi hari senin nanti. Apakah dia akan membenci gw seumur hidupnya? Mengacuhkan gw sejadi2nya? Hal inilah yang bikin gw gak kuat & harus lari dari tempat gw bekerja sekarang. Karena hal tersebut pernah teradi 2 tahun yang lalu dengan orang yang gw anggap sekarang tidak pantas untuk gw sukai dulu.

Klu katanya Andrea Hirata dalam novel Sang Pemimpi : “Love me or just hate me, but spare me with your indifference.” Cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan tak acuhkan aku. Hal tersebut inilah yang paling tidak gw sukai. Meski ini sudah terjadi sekarang dengan orang yang sempet gw sukai 2 tahun yang lalu tapi gw berbesar hati dan menganggap dia tidak pantas mendapatkan gw.

Ketakukan akan hal itu selalu ada bahkan gw sampai takut ini bisa terjadi dengan dia yang sekarang ini. Gw tidak suka caranya berbicara kasar kalau gw telpon, atau sikap tak acuhnya, atau tidak pernahnya dia membalas sms gw. Tapi terkadang gw berpikir (kayaknya sih demi menyenangkan diri sendiri) bahwa di balik sikap acuhnya dia, ada sedikit rasa butuh meskipun hanya sekedar urusan kantor. Toh tetap saja dia harus berbicara dengan gw. Laki-laki secara alamiah mempunyai ego yang lebih besar daripada tubuhnya sendiri, kata Andrea Hirata dalam novel Edensor.

Meskipun gw suka ama dia dan gw tahu konsekuensi ketidakmungkinan hal tersebut dan juga gw sudah meyakinkan dalam diri gw sendiri bahwa cukup sekedar suka jangan berkembang ke hal-hal lainnya. Tapi entahlah…cinta tidak bisa dipaksakan. Dia tumbuh begitu saja. Dalam segala macam keadaan, waktu dan ketidakmungkinan. Hal inilah yang sampai saat ini belum gw bisa kendalikan. Meski gw udah bertanya kiat-kiat mengahdapi semua ini sama temen jauh gw (tentu saja gw harus menerapkannya), tapi entah kenapa terkadang gw melawan kehendak otak gw. Bahkan gw sendiri bingung apa keinginan gw akan masalah cinta gw dia masa depan (bukan sama dia aja lho). Sepertinya bener kata Sigmund Freud dalam novel Edensor-nya Andre Hirata : “Freud tidak dapat memahami kenginan wanita meskipun telah melakukan penelitian tentang wanita selama 30 tahun. Semuanya karena wanita sendiri sering tidak tahun apa keinginannya.”

Sambil mencari jalan keluar gw menghadapi dia, gw harusnya bisa mendapatkan pengganti / pengalih perhatian. Gak harus cwo-lah. Apa aja juga boleh asalkan bisa mengalihkan perhatian gw dari dia.

1 comment:

Anonymous said...

Someone that you loved have been leaved this office. Just call Atik new law office...and you can find him...good luck...