Thursday, January 12, 2006

HIDUP

Sudah baca bukunya DAN BROWN yg berjudul DA VINCI CODE atau ANGELS & DEMONS? Kalau sudah, pasti sebagian besar pembaca akan mengatakan bahwa buku itu benar2 membius kita sampai akhir halaman, sampai akhir cerita. (You don’t wanna put the book ’till the end)

Setelah membaca beberapa buku (novel) dalam beberapa tahun belakangan ini, baru kali ini gw mengakui kekuatan buku. Kekuatan tulisan. Bagaimana sebuah tulisan itu dapat mengubah seseorang yg membacanya. Bagaimana tulisan (alur cerita) itu dapat membius seseorang yg membacanya. Bagaimana tulisan itu akhirnya dapat membuat kita berpikir lebih jauh, bahkan mengkhayal. Seperti yg gw rasakan sekarang.

Sekarang ini gw lagi berusaha menyelesaikan novel DAN BROWN yg berjudul ANGELS & DEMONS yg gw pinjem dr CATUY (Thanx ya atas pinjeman buku2nya). Pertama sich gw minjem DA VINCI CODE. Pas liat bukunya yg tuebel buanget agak males juga sich bacanya, tapi ... setelah membaca bab2 awal, gw bener2 terhipnotis. Seperti statement awal gw; ”I don’t wanna put the book ’till the end”. Yah, paling2 untuk makan atau shalat gw tinggalin buku itu :-) Setelah selesai, gw jadi pengen baca ANGELS & DEMONS. Meski butuh waktu lama untuk meminjamnya karena si Mas lagi sibuk berat so...baru sekarang ini gw berkesempatan untuk meminjam + membacanya.

Awal ceritanya cukup membingungkan, karena penuh dengan bahasa2 ilmiah khususnya Fisika. Gw paling gak ngerti bahasa fisika. Jadi...cukup bingung juga. Ada ulasannya sich tentang apa yg dimaksud dengan istilah2 tsb, tapi...tetep aja gw kudu ngulang2 lagi untuk mengerti.

Di situ ada disebutkan ttg suatu senyawa yg disebut antimateri yaitu lawan dari materi. Dimana si ilmuwan yg membuatnya pertama2 sedang membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan ilmu agama betul2 merupakan 2 bidang yg saling melengkapi - 2 pendekatan berbeda untuk mencari kebenaran yg sama. Dia ingin membuktikan ttg pernyataan agama bahwa TUHAN menciptakan segala sesuatunya dr ketiadaan. Lalu, dalam pembuktiannya itulah muncul senyawa yg belum pernah ada di muka bumi ini sebelumnya yg akhirnya dinamakan antimateri. Seperti halnya senyawa nuklir yg memiliki manfaat dan mudharat, senyawa antimateri ini juga bersifat sama. Dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup seluruh umat sekaligus dapat menghancurkan bumi ini kalau perlu.

Terlepas dari benar tidaknya keberadaan senyawa antimateri itu, gw di sini lagi berpikir ttg pernyataan ”TUHAN menciptakan segala sesuatu dr ketiadaan”. 4JJI menciptakan segala sesuatu sesuai dg kehendak-NYA; ”Jadilah, maka terjadilah”. Dan gw percaya bahwa DIA menciptakan apapun di alam semesta ini pasti ada tujuannya. Ada manfaatnya. Bahkan tikus pun diciptakan pasti ada manfaatnya entah itu apa??? (Yg pasti bukan untuk bahan tambahan pembuat bakso loh).

Gw jadi berpikir lagi ttg makna hidup itu apa? Karena, terus terang phillips terang terus (eh salah) terus terang gw ampe sekarang masih mencari apa arti hidup itu? Yg gw tau baru sedikit. Bahwa kita harus mengabdi kepada 4JJI SANG MAHA SEGALA. Menjadi pemimpin di bumi ini. Menjadi tauladan. Dll, dst, dsb hal2 yg gw anggap belum 100% gw mengerti maksudnya (???).

Mengapa gw hidup? Mengapa 4JJI menciptakan alam? Mengapa 4JJI menciptakan binatang? Mengapa 4JJI menciptakan manusia? Mengapa 4JJI menciptakan planet2? Mengapa 4JJI menciptakan alam semesta? Dan pertanyaan2 lainnya. Mungkin ini lebih patut ditanyakan oleh anak kecil bukan gw yg sudah berumur ini (apaan sich?) tapi bener dech, gw jadi berpikir seperti itu. Jadi timbul pertanyaan2 seperti itu.

Ada yg dapat membantu?
Menilik dr postingan Awan yg berjudul ” Bagi saya, hidup itu......” , kumaha A? Dah ketemu belon jawabannya? Kalau udah, kasih tau abdi nya?!!! Sedikit berbagi info gitu :-)

Naon sich???

1 comment:

Awan Diga Aristo said...

Iya nih...
sebenernya gw nulis postingan itu juga berharap ada yang jawab... tapi kok ga ada yang berani jawab ya??? hiks... misi gagal...

ga tau juga, gw belum sampe ke kesimpulan (mangkanya postingan gw bentuknya pertanyaan, bukan pernyataan).
Kesimpulan sementara... ga tau... dan emang ga bakal tau keseluruhannya. Kalo sebagian2, parsial, semua orang tentu punya definisi sendiri2. Tapi kalo "hidup" itu sendiri secara keseluruhan, kayanya gw harus mati dulu baru bisa ngerti...
jadi ya itu kesimpulan sementaranya... karena gw belom mati, gw belom tau...